Berita

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri Hamzah: Pileg Dan Pilpres Serentak Harus Dikoreksi

SABTU, 06 APRIL 2019 | 10:55 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Pemilu yang digelar secara bersamaan antara Pileg dan Pilpres, menyebabkan efek buruk yang tidak terprediksi sebelumnya.

"Efek buruknya adalah Pileg yang tidak relevan, karena semua fokus tertuju pada Pilpres," ujar Fahri dalam keterangan tertulis Parlementaria, Sabtu (6/4).

Lanjut Fahri, efek buruk ini yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya bahwa ternyata keinginan sementara kalangan untuk menyederhanakan atau menyamakan waktu Pileg dan Pilpres itu, lalu menyebabkan pertama biaya tidak berkurang. Kedua, Pileg jadi tidak relevan.


Karena kurangnya perhatian, maka anggota legislatif yang lolos nanti, terpilih melalui proses yang kurang selektif.

"Padahal pemilihan anggota legislatif sama pentingnya dengan Pilpres. Presiden sebagai pelaksana pembangunan dan anggota legislatif sebagai pengawas pemerintahan itu, sama-sama penting. Tapi karena dipilihnya berbarengan, akhirnya saya kira tidak mendapat perhatian," cetus inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu.

Oleh karena itu, Fahri mengatakan bahwa sistem Pileg dan Piplres dalam waktu yang bersamaan harus dikoreksi. Dan, agar pemilihan anggota legislatif dapat lebih berkualitas maka ia mengusulkan agar pemilihannya dilakukan melalui model distrik.

"Saya usulkan sebaiknya anggota DPR dipilih dengan metode sistem distrik, supaya dapilnya mengecil dan intensitas dia bertemu dengan konstituennya semakin kuat. Itu yang menyebabkan anggota DPR mengakar di dapilnya," pungkas anggota DPR dari dapil NTB ini.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya