Berita

Jokowi-Rizieq/Net

Politik

Seruan Habib Rizieq "Awas Provokasi" Diduga Untuk Hindari State In Emergency Jokowi

SABTU, 06 APRIL 2019 | 10:28 WIB | LAPORAN:

. Seruan "awas provokasi iblis" yang disampaikan Imam Besar FPI M. Rizieq Shihab diduga untuk menghindari penetapan kondisi negara dalam keadaan darurat alias state in emergency oleh Presiden Joko Widodo.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mengatakan, seruan Habib Rizieq terkait menghindari provokasi lewat kegiatan Kartini Run sangatlah wajar. Sebab, waktu kegiatan tersebut dengan kampanye akbar Prabowo-Sandi hampir sama, tempat digelarnya kedua acara pun berdekatan.

Pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi akan menggelar kampanye akbar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/4) besok. Diperkirakan, kampanye pamungkas ini akan dihadiri jutaan orang.


Andrianto mengajak semua pihak harus sama-sama menjaga kondusifitas. Tonjolkan kampanye yang sejuk bukan memprovokasi.

"Saya rasa kita harus kedepankan pemilu yang sejuk," sebuat dia saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (6/4).

Habib Rizieq dalam pesan terbarunya dari Mekah menyebutkan, acara-acara tandingan kampanye akbar Prabowo-Sandi di Jakarta pada 7 April sebagai provokasi iblis. Misalnya, acara Kartini Run, padahal Hari Kartini baru diperingati pada 21 April mendatang.

Dan sebelumnya, mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai mengingatkan kubu 02 tidak hanya larut dengan isu people power, melainkan juga harus waspada akan dugaan diberlakukannya state in emergency oleh Jokowi, hanya karena dia merasa akan kalah Pilpres 2019. Keadaan darurat biasanya dilakukan pada saat keamanan negara terancam.

"Bisa juga (untuk pemberlakuan state in emergency) bila tensi tidak diturunkan," kata Natalius di Jakarta, Jumat kemarin.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya