Berita

Foto:Net

Politik

Kalau Luhut Tidak Kampanye, Lalu Kenapa Ada Mobil Operasional Paslon 01?

SABTU, 06 APRIL 2019 | 07:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dugaan pelanggaran Pemilu 2019 berupa politik uang.

Luhut sebagai penyelenggara negara diduga melakukan politik uang dengan meberikan amplop kepada pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan KH. Zubair Muntasor pada 30 Maret 2019. Dia juga mengajak sang kiai untuk memilih Jokowi-Maruf.

Dalam laporannya, ACTA juga menyampaikan terkait temuan mobil operasional paslon 01 Jokowi-Maruf di lokasi dimana Luhut berkunjung ke Pesantren Nurul Cholil Bangkalan.


"LBP datang diringi mobil operasional kampanye nomor 01. Artinya tindakan yang dilakukan LBP itu adalah tindakan yang dilakukan oleh jurukampanye," kata Jurubicara ACTA, Hanfi Fajri sambil menunjukkan foto mobil operasional 01, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (5/4) kemarin.

Padahal, lanjut Hanfi, Luhut bukanlah bagian dari tim pemenangan dan tim sukses paslon 01. Oleh sebab itu, pihaknya meminta Bawaslu untuk mengusut tuntas dugaan kampanye yang dilakukan oleh Luhut.

"LBP tidak terdaftar sebagai jurukampanye di KPU. Yang mana tindakannya itu sudah melampaui kewenangannya sebagai pejabat negara yang tidak netral yang berpihak kepada paslon nomor 01," ucapnya.

Dengan demikian, ACTA meminta kepada Bawaslu untuk menindak tegas tindakan yang dilakukan oleh Luhut tersebut

Sebelumnya beredar video berdurasi 1 menit 23 detik dimana Luhut memberi amplop kepada Kiai Zubair Muntashor di Bangkalan Madura dan meminta sang kiai mengajak umat dan santrinya agar datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 17 April nanti untuk mencoblos "yang baju putih".

Namun oleh Luhut, dia membantah bahwa tidak ada jual beli suara dalam pertemuan tersebut. Dia silaturrahmi ke pesantren itu sekaligus menjenguk sang kiai yang sedang memiliki masalah kesehatan.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya