Berita

Sudirman Said/RMOL

Politik

Sumbangkan Banyak Koruptor, Sudirman Said: Indonesia Di Era Jokowi at The Lowest Level of Governmentship

SABTU, 06 APRIL 2019 | 02:55 WIB | LAPORAN:

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menilai, saat ini Indonesia tengah mengalami masa at the lowest level of governmentship.

Pasalnya, sepanjang sejarah Indonesia berdiri, baru di era pemerintahan Presiden Joko Widodo ini ada lima dari tujuh pimpinan lembaga tinggi negara masuk penjara.

"Pertama kali dalam sejarah Indonesia, lima dari tujuh pimpinan lembaga tinggi negara itu masuk penjara, ketua DPR dipenjara, ketua DPD dipenjara, ketua MK dipenjara, ketua BPK di akhir pensiunnya jadi tersangka, dan ketua pimpinan MA masuk penjara," katanya dalam debat Anti Korupsi, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) di Graha Bimasena, Jalan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/4) malam.


Lucunya, sambung Sudirman Said, hal itu dinilai sebagai keberhasilan pemerintahan  dan diklaim bahwa presiden tidak ikut campur tangan dalam pengungkapan sejumlah kasus korupsi oleh KPK.

"Dengan cepat (OTT yang dilakukan KPK) diklaim bahwa itu artinya presiden tidak ikut campur tangan. Tidak begitu membacanya. Mestinya membacanya adalah presiden sebagai kepala negara tidak bisa menciptakan environtment dimana harus dikelilingi orang bersih," kata Sudirman Said.

Kenyataannya, sambung Sudirman, sejak berdiri hingga kini, KPK telah memenjarakan sebanyak 650 lebih pejabat publik.

"Dan separuh diantaranya dari periode Jokowi," demikian Sudirman Said.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya