Berita

Diskusi Setara Institute/RMOL

Politik

Mencurigakan, Ada Penarikan Dana Besar-Besaran Tiga Tahun Sebelum Pemilu

JUMAT, 05 APRIL 2019 | 21:26 WIB | LAPORAN:

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencium adanya transaksi tak normal sebelum Pemilu 2019. Deputi Pemberantasan PPATK, Irjen Pol. Firman Shantyabudi mengatakan, ada transaksi penarikan uang yang masif selama dua hingga tiga tahun sebelum Pemilu 2019.

"PPATK memotret bahwa rekening dana kampanye yang diberikan aman saja, tertib. Tapi perputaran uang di sekitar itu luar biasa masif," kata Firman dalam diskusi 'Mengawal Integritas Pemilu' yang diselenggarakan oleh SETARA Institute di Ashley Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/4).

"Artinya, PPATK juga memotret memang ada kecendurungan, semoga saya salah, karena PPATK tak bisa menuduh. Ada laporan intelijen membaca dari kecenderungan penarikan dana tunai bisa terjadi 2-3 tahun sebelum pemilu," sambungnya.


Meski baru sebatas dugaan, namun hal ini dinilai sebagai potensi politik uang yang disimpan di luar rekening untuk kepentingan Pemilu.

"Karena mereka bisa simpan itu uang, di safe house mungkin. Ini faktanya. Itu sangat potensial, uangnya diambil, dipecah-pecah, dikasih ke masyarakat," lanjut dia.

Tak tinggal diam, pihaknya pun mengaku telah berkomunikasi dengan Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dengan dugaan tersebut.

"Kami sudah sampaikan ke Bawaslu harus ada rumusan ulang. Apakah hanya uang, seperti yang kita ketahui dengan serangan fajar dan sebagainya, atau sesuatu yang bernilai sama untuk bisa dijadikan alat tukar atau jaminan-jaminan," tuturnya.

Tak hanya itu, PPATK juga melihat ada kejanggalan lain yang dilakukan calon legislatif dan berpotensi sebagai pelanggaran Pemilu.

"Ada calon yang dia memberikan dana asuransi. Ini juga keanehan, bisa juga barang dan jasa, itu juga ada nilainya. Kami dari PPATK hanya berharap kalau semua sudah menyerahkan rekening dana kampanye, angkanya ada. Harusnya semua kegiatan yang dipakai menggunakan rekening dana kampanye," tutur dia.

Dengan hal ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Bawaslu dan berharap kejanggalan dana kampanye tersebut tidak berhenti diselidiki sebelum Pemilu selesai.

"Kita harus koordinasi dengan Bawaslu. Moga-moga tidak berhenti pada pemilu selesai. Kalau nanti Bareskrim bisa membuktikan adanya aliran uang ilegal selama pemilu, apakah yang sudah terpilih, masyarakat bisa minta pertanggung jawabanya?" tandasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya