Berita

Menteri Susi Pudjiastuti/Net

Politik

Susi Apresiasi Langkah Panama Buka Data Kapal Perikanan

JUMAT, 05 APRIL 2019 | 04:17 WIB | LAPORAN:

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengapresiasi langkah Panama yang membuka secara transparan pengelolaan perikanan dengan membuka data kapal penangkapan ikan melalui platform peta Global Fishing Watch (GFW).

"Saya mengapresiasi langkah Panama. Saya berharap ke depan semakin banyak negara yang sadar pentingnya pengelolaan kelautan dan perikanan yang transparan dan bertanggung jawab,” ungkap Menteri Susi melalui keterangan tertulis yang diterima, Kamis (4/4).

Dengan langkah tersebut, Panama turut mengikuti sistem pengawasan kapal perikanan yang dimiliki pemerintah saat ini, yakni Vessel Monitoring System (VMS) untuk memantau pergerakan dan aktivitas kapal perikanan berbasis satelit.


Susi menegaskan semakin banyak negara membuka data VMS kapal perikanan, maka semakin solid perlawanan terhadap kegiatan IUU Fishing atau penangkapan ikan ilegal.

“Kita menyadari, saat ini modus illegal fishing semakin beragam. Untuk itulah dibutuhkan pengelolaan teknologi digital secara maksimal. Salah satunya melalui pembukaan VMS di Global Fishing Watch, yang memungkinkan seluruh masyarakat ikut memantau dan mengawasi aktivitas penangkapan ikan,” tegasnya.

Sementara itu, Manajer Program Indonesia, Global Fishing Watch Ahmad Baihaki menyampaikan bahwa Panama adalah negara utama bagi kapal-kapal pengangkut. Sehingga, dengan dibukanya data pelacakan kapal ke platform GFW akan membantu upaya pemantauan dan pengendalian Panama, termasuk memerangi IUU Fishing.

"Langkah ini dipelopori Indonesia dua tahun lalu dan melalui kerjasama dengan KKP dan Satuan Tugas 115 telah membantu terbongkarnya beberapa kasus kegiatan perikanan ilegal,” kata Ahmad

Sebelumnya pada tanggal 20 Maret 2019, Panama telah menandatangani perjanjian formal untuk membuka data pelacakan kapal nasionalnya untuk umum melalui platform peta GFW.

Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani antara Otoritas Sumberdaya Perairan Panama (ARAP) dan GFW, serta didukung oleh PACIFICO, sebuah platform koordinasi yang didirikan oleh empat dana lingkungan Amerika Tengah dan Selatan.

Para pihak akan bekerja sama untuk menyediakan data pelacakan kapal penangkap ikan dan perikanan komersial Panama ke platform GFW.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya