Berita

Pengamat Internasional, Teguh Santosa/RMOL

Politik

Bicara Keamanan Negara, Prabowo Pakai Ilmu Sun Tzu

KAMIS, 04 APRIL 2019 | 19:22 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

RMOL. Opening statement calon presiden Prabowo Subianto dalam sesi debat keempat akhir Maret lalu lebih berbobot dibandingkan dengan opening statement petahana Joko Widodo.

Dari pernyataan-pernyataan Prabowo itu, audience dapat mengikuti pokok pikirannya yang runut dalam membangun bangsa.

“Diawali dengan pernyataan bahwa Pancasila adalah ideologi final bagi Indonesia, diikuti pemaparan bahwa kekuatan negara tergantung pada civil society dan aparatus negara yang kuat, yang tidak mengenal praktik suap dan jual beli jabatan,” ujar pemerhati hubungan internasional Teguh Santosa ketika berbicara dalam disksui Ngopi dari Sebrang Istana yang diselenggakan lembaga survei Kedai Kopi di Resto Ajang Ijing, Jalan Ir. H. Juanda, Jakarta Pusat, Kamis siang (4/4).


Setelah faktor-faktor internal itu mapan, ujar Teguh, barulah sebuah bangsa memiliki harga diri dalam pergaulan internasional.

Teguh membandingkan apa yang disampaikan Prabowo itu dengan salah satu ajaran dalam teori perang Sun Tzu yang mengatakan, hanya mereka yang sungguh-sungguh membangun kekuatan diri yang dapat memenangkan pertempuran.

Teguh mengatakan, pernyataan Prabowo mengenai lembaga-lembaga pemerintah yang harus bersih dari praktik korupsi dan praktik jual beli jabatan memperlihatkan pemahaman dirinya bahwa negara yang kuat hanya bisa dijalankan dengan baik oleh lembaga-lembaga negara yang bersih dan berdedikasi untuk kepentingan rakyat banyak.

Dia mengingatkan bahwa cita-cita reformasi adalah menciptakan negara yang kuat, dimana civil society dan aparatus negara kuat.

Bukan situasi otoriatianisme dimana civil society lemah, dan aparatus negara kuat. Atau mobokrasi dimana civil society sangat kuat, namun negara lemah.  

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya