Berita

Pemaparan survei Charta Politika/RMOL

Politik

Charta Politika: Sembilan Parpol Terancam Tidak Lolos Ke Parlemen

KAMIS, 04 APRIL 2019 | 19:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Charta Politika Indonesia memprediksi hanya ada tujuh partai politik yang lolos parliamentary threshhold atau ambang batas parlemen.

Sedangkan sembilan lainnya harus merangsek mengejar ketertinggalan agar mencapai ambang batas.

Direktur Riset Charta Politika Muslimin memaparkan, tujuh parpol yang diprediksi bakal lolos parlemen yakni PDI Perjuangan dengan 25,3 persen, Partai Gerindra 16,2 persen, Partai Golkar 11,3 persen, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 8,5 persen. Disusul Partai Demokrat 5,2 persen, Partai Nasdem 5,2 persen dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 5,0 persen.


Sedangkan, sembilan partai yang terancam tidak lolos parlemen ialah Partai Amanat Nasional (PAN) 3,3 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2,4 persen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2,2 persen, Partai Perindo 2,0 persen dan Partai Hanura 1,0 persen. Kemudian Partai Bulan Bintang (PBB) 0,5 persen, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 0,2 persen, Partai Garuda 0,2 persen dan Partai Berkarya 0,1 persen.

"Dari kedua katagori partai yang berpotensi lolos dan terancam tidak lolos parlemen itu ada beberapa partai yang menempati posisi menengah. Adalah PAN yang meraih 3,3 persen suara, disusul PPP dengan 2,4 persen, PSI 2,2 persen, dan Perindo 2,0 persen yang berada pada klasemen partai menengah," jelas Muslimin saat pemaparan hasil survei di Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (4/4).  

Menurutnya, partai dengan klasifikasi menengah tersebut masih punya kesempatan lolos ke Senayan karena ada 11,7 persen pemilih yang belum memutuskan pilihan.

Sedangkan untuk Hanura yang mendapatkan 1,0 persen, PBB 0,5 persen, PKPI 0,2 persen, Partai Garuda 0,2 persen, dan Partai Berkarya 0,1 persen dinilai berpotensi terancam tidak lolos parlemen.

"Partai-partai itu rasanya sulit untuk lolos ke parlemen," kata Muslimin.

Survei Charta Politika digelar pada 19-25 Maret terhadap 2.000 responden dari 34 provinsi. Menggunakan metode multistage random sampling, hasil survei mendapati tingkat kesalahan 2,19 persen pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.  

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya