Berita

Sergey Lavrov/Net

Dunia

Menlu Rusia Pastikan Venezuela Tidak Akan Jadi Suriah Kedua

KAMIS, 04 APRIL 2019 | 14:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ketegangan politik yang saat ini terjadi di Venezuela tidak akan meningkat menjadi Krisis Karibia baru atau mengubah negara menjadi "Suriah kedua".
 
Hal itu dipastikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Moskovsky Komsomolets dan dimuat ulang Russia Today (Rabu, 3/4).
 
"Kami tidak menerima metode yang digunakan Amerika Serikat untuk meningkatkan kehidupan rakyat Venezuela," kata Lavrov.
 

 
Diketahui bahwa Amerika Serikat mendukung pemimpin oposisi, Juan Guaido, yang menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela pada Januari lalu.
 
Amerika Serikat juga memperkenalkan sanksi ekonomi baru terhadap Venezuela serta mencegahnya mengimpor makanan dan pasokan medis.
 
Bahkan Amerika Serikat pun mengancam akan melakukan "intervensi kemanusiaan" Venezuela untuk menyingkirkan Presiden Nicolas Maduro, dari kekuasaan.
 
Lavrov menekankan bahwa negara-negara di benua itu yang menentang Maduro, tidak setuju jika Amerika Serikat menyebutkan penggunaan kekuatan.
 
"Saya jamin bahwa jika ada upaya intervensi militer, sebagian besar negara bagian Amerika Latin akan langsung menolaknya," kata Lavrov.
 
Dia menambahkan bahwa terlepas dari retorika yang kuat dari Washington, Lavrov menekankan bahwa krisis Karibua tidak akan terjadi.
 
"Juga tidak ada pembicaraan tentang Suriah kedua di Venezuela," sambungnya.
 
Krisis Karibia diketahui pernah membuat Amerika Serikat dan Uni Soviet berada di ambang perang nuklir pada tahun 1962 setelah Moskow menempatkan misil-misilnya di Kuba sebagai tanggapan terhadap Washington yang menyebarkan rudal balistik di Italia dan Turki.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya