Berita

Pegiat media sosial, Darmansyah./RMOL

Politik

Ada Menteri Bagi Amplop, Rakyat Diminta Pakai Akal Sehat

RABU, 03 APRIL 2019 | 21:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyatakan jangan pilih wakil rakyat yang menawarkan amplop disambut baik oleh pegiat media sosial, Darmansyah.

Menurutnya, imbauan tersebut adalah upaya mengajak masyarakat untuk menggunakan akal sehatnya pada pencoblosan 17 April mendatang.

"Imbauan KPK itu benar sekali. Masyarakat harus diajak berpikir jernih menggunakan akal sehat," kata Darman kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/4).


Sebelumnya, Febri mengimbau masyarakat untuk menolak caleg yang menggunakan amplop untuk mendulang suara.

"Kami mengajak masyarakat menolak dan tidak memilih caleg yang (politik uang)," kata Febri.

KPK kini tengah menangani kasus Bowo Sidik Pangarso yang menunjukkan bukti bahwa masih ada pihak-pihak yang menggunakan strategi politik uang untuk membeli suara masyarakat.

Di ranah media sosial juga muncul video yang memperlihatkan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Menko Luhut tampak memberikan amplop kepada seorang kiai di Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Darman menilai perbuatan Menko tidak pantas dan melanggar aturan dan norma dalam demokrasi. Dia berharap masyarakat bisa menggunakan akal sehat saat mencoblos di Pileg dan Pilpres 2019.

"Sekarang dengan adanya media sosial semua terlihat jelas. Ada Menko yang kasih amplop sama kiai atau koruptor yang berniat ngasih amplop dicokok KPK duluan," ujar Darman.

"Masyarakat bisa menjadikan dua kejadian itu sebagai dasar untuk memilih," tegas putra kelahiran "Kota Lemang", Tebing Tinggi itu.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya