Berita

Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Kelompok Pengawas: Popularitas Petahana Digenjot Jaringan Akun Palsu Di Sosial Media

SELASA, 02 APRIL 2019 | 20:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Popularitas calon petahana dalam pemilu Israel, Benjamin Netanyahu digenjot oleh jaringan akun sosial media palsu.
 
Begitu penemuan kelompok pengawas di Israel, Big Bots Project, awal pekan ini, menjelang pemilihan nasional.
 
Dua peneliti Big Bots Project, Noam Rotem dan Yuval Adam, mengatakan dalam sebuah laporan yang dirilis awal pekan ini bahwa mereka telah menemukan ratusan akun yang mempromosikan partai Likud Netanyahu dan menyerang lawan-lawannya.
 

 
Namun, laporan itu tidak menemukan adanya koneksi langsung antara jaringan akun palsu itu dan Netanyahu atau Likud.
 
Adam mengatakan, proyeknya menemukan jaringan yang mencakup sejumlah orang sungguhan, bersama dengan ratusan akun Twitter yang tampaknya palsu atau digandakan.
 
"Satu orang mungkin mengoperasikan puluhan atau ratusan akun secara bersamaan," katanya, seperti dikutip oleh Associated Press (Selasa, 2/4).
 
"Semua akun ini mendorong agenda politik mereka, tidak hanya itu tetapi juga menghasut kebencian, menyerang orang-orang yang sangat spesifik yang menentang agenda politik mereka," tambahnya.
 
Sementara itu, jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa Netanyahu bersaing ketat dengan rival utamanya, Benny Gantz, yang merupakan mantan kepala militer.
 
Kampanye ini sebagian besar terfokus pada serangan pribadi antara kedua kandidat. Gantz membidik dugaan penyimpangan etika Netanyahu, dan Netanyahu menuding Gantz sebagai sosok "kiri" yang lemah.
 
Partai Likud perdana menteri juga mencoba menggambarkan Gantz sebagai orang yang tidak stabil secara mental.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya