Berita

Anies Baswedan dan keluarga Naufal Rosyid/Pemprov DKI Jakarta

Nusantara

Anies Minta Perusahaan Belajar Dari Kasus Naufal Rosyid, Bayar Iuran BPJSTK

SELASA, 02 APRIL 2019 | 16:06 WIB | LAPORAN:

Belajar dari kasus tabrak lari yang dialami Naufal Rosyid, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berharap agar pihak perusahaan tidak abai membayar iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) untuk para pegawainya.

Naufal yang petugas Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) mengalami kecelakaan saat bertugas menyapu jalanan pada Selasa (26/3) pagi buta lalu. Ia ditemukan terkapar tak sadarkan diri oleh rekan-rekan satu kerjanya di di bawah jalan layang Pasar Rebo, Jakarta Timur. Nahas, nyawanya tak tertolong saat menjalani perawatan di RS Pasar Minggu. 

"Nah kita semua berharap pada semua institusi bila Anda memiliki pekerja maka lindungi pekerja Anda. Salah satu caranya adalah iuran BPJS Ketenagakerjaan," kata Anies di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (2/4).


Menurutnya, BPJS TK sangat bermanfaat bila ada pegawai terkena musibah kecelakaan saat bekerja seperti dialami Naufal. Biaya pengobatannya di Rumah Sakit (RS) ditanggung.

"Bila sampai ada kejadian yang fatal maka kelurganyapun ditinggalakan memiliki jaminan untuk bisa berlangsung hidup," terangnya.

Sebab itulah, seluruh pegawai tanpa terkecuali baik tetap maupun lepas di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, Anies memastikan iuran BPJS TK mereka rutin dibayarkan.

"Seperti juga di DKI Jakarta, semua pegawai lepas kita PJLP ada PPSU ada RT/RW dan nanti ada wisma PKK semuanya kita bayarkan premi, untuk BPJSTK sehingga apabila ada kecelakaan dalam menjalankan pekerjaan maka ada perlindungan," tegasnya.

Anies menyatakan, dengan memberi jaminan BPJS TK maka para pegawai dapat bekerja dengan baik, tenang dan tanpa khawatir.

"Kalau kita nggak berikan maka jangan harap mereka akan bekerja dengan baik dan tenang," tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya