Berita

Laut Gaza/Net

Global

Israel Perluas Zona Penangkapan Ikan Di Laut Gaza

SENIN, 01 APRIL 2019 | 22:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Israel memperluas zona penangkapan ikan yang diizinkan di Jalur Gaza yang dikepung sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata dengan Hamas. Langkah tersebut diumumkan awal pekan ini (Senin, 1/4).
 
Kesepakatan yang ditengahi Mesir itu mencakup langkah untuk memperluas batas penangkapan ikan di sepanjang pantai Mediterania dari sekitar 11 kilometer menjadi 28 km. Ini adalah kali pertama perluasan atau ekspansi semacam ini dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Langkah perluasan ini dilakukan demi meningkatkan ekonomi Gaza yang sangat bergantung pada perikanan.
 
Di masa lalu, ekspansi biasanya hanya berlangsung selama tiga bulan pada suatu waktu.
 

 
Untuk diketahui, sejak Israel memberlakukan blokade darat, udara dan laut di Gaza pada 2007 setelah kemenangan pemilihan Hamas, sektor perikanan Gaza telah terpukul dan ekspornya berkurang karena Israel membatasi zona penangkapan ikan.
 
Menurut kepala serikat nelayan Gaza, Nizar Ayash, seperti dimuat Al Jazeera, jangkauan terluas yang diizinkan Israel dalam 10 tahun terakhir adalah 22 km dan, kadang-kadang, batasnya dikurangi menjadi 1,85 km.
 
Di bawah Kesepakatan Oslo yang ditandatangani pada tahun 1993, Israel wajib mengizinkan penangkapan ikan hingga 37km, tetapi hal itu tidak pernah dilaksanakan.
 
Saat ini tercatat ada sekitar 4.000 nelayan terdaftar di Jalur Gaza. Mereka mengoperasikan sekitar 1.000 kapal.
 
Namun, terbatasnya akses ke bahan baku telah membuat sebagian besar kapal tidak memiliki renovasi yang diperlukan untuk busa berfungsi penuh.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya