Berita

Foto:Net

Bisnis

PLTU Lontar Akan Beroperasi, Negara Bisa Hemat Hingga Rp 1,4 Triliun Per Tahun

SABTU, 30 MARET 2019 | 10:26 WIB | LAPORAN:

. PLN mempercepat pembangunan proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension Unit #4 dengan kapasitas 1x315 MW. Proyek ini adalah EPC dan pelaksanaan di bawah tanggung jawab PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat.

Direktur Regional Jawa Bagian Barat, Haryanto mengatakan bahwa proyek PLTU yang terletak di Desa Lontar, Banten ini baru saja merampungkan pelaksanaan Boiler Hydrotest pada bulan Maret 2019. Artinya, proyek pembangkit ini telah menapaki progres yang signifikan dan direncanakan akan rampung pada kuartal ketiga tahun 2019.

"Proyek ini mulai dikerjakan pada April 2016, PLTU Lontar Ext merupakan bagian dari program percepatan pembangunan pembangkit listrik yang menggunakan tekhnologi terbaru yakni super critical dengan batubara low rank coal," jelas Haryanto di Jakarta, Sabtu (30/3).


Dia juga menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari Program Strategis Pemerintah yaitu 35.000 MW, untuk menambah kapasitas Pusat Pembangkit energi listrik dan dayanya akan dievakuasi melalui sistem transmisi 150 kV (Lontar-Tangerang Baru-Teluk Naga dan Lontar-Balaraja), sehingga bisa didistribusikan kepada pelanggan di daerah Banten, DKI Jakarta dan sekitarnya.

Dijelaskan juga bahwa pembangunan PLTU Lontar Extension 1x315 MW ini berfungsi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di regional DKI Jakarta dan Banten, serta meningkatkan kapasitas dan keandalan pada sistem Jawa Bagian Barat.

"Proyek PLTU Lontar Extension 1x315 MW ini berbahan bakar batubara jenis low rank coal (LRC). Proyek PLTU Lontar Extension ini dibangun di lokasi pembangkit PLTU 3 Banten existing, dengan progress 87,68 persen. PLTU ini direncanakan akan mulai beroperasi pada September 2019," ungkap Haryanto.

Sehingga pada akhir tahun ini, lanjutnya, masyarakat Banten, Jakarta dan sekitarnya dapat menikmati suplai listrik yang bersumber dari PLTU Lontar Ext.

Dengan beroperasinya PLTU Lontar ekstension dapat menghemat Rp 1,4 triliun per tahun, dan akan menurunkan biaya pokok produksi (BPP) PLN.

Jumlah tenaga kerja terdiri dari 2000 tenaga kerja lokal dan 40 orang Tenaga Kerja Asing.

"Jumlah tenaga kerja ini akan terus meningkat di tahun 2019 sejalan dengan pencapaian progressnya, hal ini tentu memberikan dampak positif secara langsung untuk wilayah Banten dan sekitar," pungkas Haryanto.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya