Berita

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/Net

Nusantara

Ganjar Pranowo Optimis Penerima Beasiswa Dompet Dhuafa Calon Pemimpin Masa Depan

SABTU, 30 MARET 2019 | 09:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut hadir dalam rangkaian Future Leader Camp (FLC) 2019 di Kota Semarang, Jumat (29/3). Pada sesi leadership sharing, Ganjar banyak menyampaikan tentang pengalamannya selama menjadi pemimpin Jateng.

FLC 2019 merupakan rangkaian acara yang disusun secara matang untuk memberikan pembekalan kepemimpinan bagi 75 aktivis terpilih dari 22 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari seluruh Indonesia. Antara lain UI, UNJ, IPB, UNPAD, UPI, ITB, UGM, UNY, UPN Veteran Yogyakarta, UNS, UNSRI, UNTAN, UNAIR, ITS, UNESA, UPN Veteran Jawa Timur, UNNES, UNDIP, UB, UM, UNAND dan UNP.

Dalam acara yang diperuntukkan bagi penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) Dompet Dhuafa Pendidikan ini, Ganjar mengajak para aktivis untuk memiliki pemikiran yang visioner menghadapi tantangan era disrupsi.


"Saat ini telah terjadi disrupsi dimana-mana. Perang dagang dan perang inovasi telah terjadi antar negara di dunia. Maka, jika kita sebagai bangsa Indonesia tidak melakukan lompatan-lompatan inovasi maka kita akan benar-benar tertinggal," ujar Ganjar memotivasi.

Menurut dia, Indonesia adalah bangsa yang besar, apapun yang dibutuhkan ada di negeri ini. Namun di sisi lain masih banyak masalah yang terjadi, mulai dari kemiskinan, kekerasan sosial, narkoba dan yang paling berbahaya adalah masalah korupsi.

Ganjar juga menambahkan bahwa bangsa Indonesia butuh aktivis-aktivis terbaik calon pemimpin masa depan yang dapat memberikan solusi perbaikan untuk berbagai permasalahan negeri ini.

"Untuk menjadi Indonesia berdaya di era milenial ini, kita membutuhkan banyak data agar setiap decision making berlandaskan data yang akurat. Menjadi pemimpin di era milenial adalah menjadi problem solver, dan saya optimis kalianlah calon pemimpin masa depan," tutup dia.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya