Berita

Dadang Darmawan/RMOLSumut

Dadang Darmawan: Pendidikan Moral Menjadi Pondasi Kemajuan Bangsa

SENIN, 25 MARET 2019 | 21:33 WIB | LAPORAN: TUAHTA ARIEF

Pendidikan moral menjadi hal utama yang harus ditekankan dalam upaya memajukan bangsa. Sebabnya, pendidikan moral menjadi benteng utama seseorang dalam bersikap dalam berkehidupan.

Hal itu disampaikan akademisi asal Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Fisip USU, Dadang Darmawan Pasaribu.

"Kalau kita ingin memajukan bangsa, pendidikan moral yang utama. Kalau tidak, maka kita tunggu kehancuran bangsa," ujar Dadang saat berdiskusi di Rantauprapat pada pemuda setempat dan emak-emak, Senin (25/3).


Dadang menjelaskan jika kehancuran bangsa yang dimaksud adalah munculnya para pejabat negara yang hanya mengutamakan kepentingan pribadi. Sementara kepentingan masyarakat luas justru ditelantarkan.

"Begitu pun akan muncul pejabat negara yang miskin dengan budaya malu. Terlebih dalam kontestasi politik seperti sekarang. Semuanya merasa mampu menjadi wakil rakyat. Meski konsep demokrasi memberikan akses seluas-luasnya, namun pemahaman atas apa yang diwakilkannya haruslah mumpuni," kata Dadang.

Pun demikian, lanjut Dadang, masih banyak ditemui dalam setiap kontestasi politik, orang yang tidak belajar dari pengalaman tersebut.

Dadang mengajak warga untuk merenungi isi sebuah cerita di dalam buku Bushido Inazo Nitobe.

"Di Jepang itu, ibaratnya dimasa peperangan itu ada ksatria yang ditangkap musuh, lebih baik dia mati bunuh diri. Dibandingkan harus membocorkan rahasia negara. Dalam konteks positif, ini harus menjadi contoh bagi kita," lanjut Dadang yang juga menjadi pengajar di Universitas Medan Area tersebut.

Semangat ksatria tersebut dianggap Dadang yang terus dijaga oleh mayoritas masyarakat Jepang, termasuk pejabatnya. Sehingga dalam praktek keseharian banyak ditemukan pejabat negara yang mengundurkan diri karena kesalahan bawahannya.

"Pimpinan di Jepang menganggap apa yang dilakukan bawahan merupakan tanggungjawabnya. Semangat dan prinsip demikianlah yang harusnya dipegang pemangku kepentingan di Indonesia," kata Dadang.

Moral dalam cerita itu, lanjut Dadang bisa dibandingkan dengan melihat penerapan budaya malu seperti bermain sepak bola di Indonesia.

"Jika ada seorang pemain bola sudah tidak sanggup bermain lagi, maka si pemain akan minta diganti karena malu tidak dapat berkontribusi maksimal. Karena bagi mereka, kepentingan bersama perihal kemenangan merupakan yang utama. Namun sayangnya, budaya demikian yang tidak banyak dijumpai pada tokoh-tokoh politik di Indonesia," lanjut pria yang kini sedang berjibaku menuju kursi DPD RI ini.

"Di politik Indonesia tidak seperti itu. Malah ada yang sudah 15 hingga 20 tahun, tapi masih terus nafsu berpolitik. Padahal belum tentu kontribusi besar bagi masyarakat," kata dia.

Sekolah terbaik, lanjut Dadang, adalah keluarga. Semua tindakan orang tua menjadi pembelajaran bagi setiap anak-anaknya.

"Terkhusus yang harus dipupuk semenjak dini itu tentang akhlak. Agar setiap tindakan saat seseorang sudah dewasa, tetap sesuai dengan dengan norma-norma kebaikan," demikian Dadang.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya