Berita

Politik

PILPRES 2019

Longmarch Jakarta-Surabaya, KSPI Sosialisasi Menangkan Prabowo-Sandi

SENIN, 25 MARET 2019 | 14:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Longmarch dengan berjalan kaki Surabaya-Jakarta yang dilakukan oleh kaum buruh yang tergabung dalam Relawan Rumah Indonesia - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memasuki hari kedua, Senin (25/3).

Peserta longmarch dilepas dari Surabaya pada 24 Maret 2019 dari depan Kebun Binatang Surabaya. Semalam, mereka menginap di daerah Mojosari, Mojokerto.

"Di hari kedua kami akan berangkat dari Mojosari pukul 8 pagi. Rencananya nanti malam akan menginap di Jombang," terang Edoy, Vice President FSPMI Bidang Aksi yang ikut longmarch.


Adapun rute yang akan ditemput adalah Surabaya - Sidoarjo - Mojosari - Mojokerto - Jombang - Nganjuk - Madiun - Ngawi - Sragen - Semarang - Kendal - batang - Pekalongan - Pemalang - Tegal - Brebes - Cirebon - Indramayu - Subang - Karawang - Bekasi - Jakarta.

"Longmarch diawali dari tanggal 24 Maret 2019 kemarin. Dan rencananya akan berakhir di Jakarta pada tanggal 7 April 2019," tambah Edoy.
 
Seperti disampaikan Presiden KSPI Said Iqbal, tujuan longmarch Surabaya-Jakarta ini adalah untuk sosialisasi guna memenangkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode tahun 2019-2024. Terkait dengan hal itu, di sepanjang jalan, peserta longmarch juga berinteraksi dengan masyarakat untuk mensosialisasikan pasangan nomor urut 02.

Ketua Konsulat Cabang FSPMI Mojokerto, Ardian Safendra mengatakan, di sepanjang jalan dari Surabaya-Mojosari, peserta longmarch sudah membagikan puluhan ribu leaflet Sepultura (sepuluh tuntutan buruh dan rakyat). Pembagian leaflet ini akan dilakukan di sepanjang jalan menuju Jakarta.

"Alhamdulillah, masyarakat menyambut baik dan memberikan dukungan setelah mereka tahu jika dalam perjalanan ini kami juga menyuarakan perbaikan terhadap hak-hak kaum buruh dan rakyat," ujarnya.

Di dalam Sepultura berisi komitmen dari Prabowo-Sandi untuk mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang selama ini telah menghilangkan hak serikat pekerja untuk berunding menetapkan upah miniumum.

Sebagai gantinya, Prabowo-Sandi berkomitmen untuk meningkatkan daya beli buruh dan masyarakat serta meningkatkan upah minimum dengan cara menambah jenis barang dan jasa kebutuhan hidup layak yang menjadi dasar upah minimum, dari 60 KHL menjadi 84 KHL.

"Kita harus memenangkan pasangan Capres-Cawapres yang bersedia meningkatkan daya beli kaum buruh dan masyarakat. Bukan Capres yang mengesahkan PP 78/2015, karena kebijakan tersebut telah mengakibatkan upah buruh menjadi murah," pungkas Iqbal.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya