Berita

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo/RMOL

Politik

PEMILU 2019

Keponakan Prabowo: Anggota Dewan Banyak Koruptor Karena Politik Uang

SABTU, 23 MARET 2019 | 14:15 WIB | LAPORAN:

. Banyaknya anggota dewan yang terjerat kasus korupsi ditengarai karena maraknya praktik politik uang.

Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyayangkan, politik di negeri ini banyak menciptakan koruptor.

"Selama ini yang terjadi adalah politik hanya menciptakan koruptor-koruptor," katanya dalam seminar kesehatan bertajuk "Menumbuhkembangkan Komitmen Seluruh Elemen Masyarakat Dalam Berbangsa dan Bernegara" di Hotel Mega Anggrek, Jakarta Barat, Sabtu (23/3).


Hal itu menurutnya karena tidak sedikit masyarakat yang hanya mengharapkan uang, hadiah dan sembako saat seorang calon anggota legislatif berkempanye.

"Ini antara mereka (masyarakat) enggak mendukung pemberantasan korupsi, atau mereka enggak ngerti tugas DPR itu apa," imbuh keponakan dari Prabowo Subianto ini.

Padahal, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, lembaga legislatif hanya bertugas untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat yang ada di daerah pemilihan ke eksekutif sebagai pelaksana.

Sementara, setiap anggota DPR yang hanya mengharapkan uang dari gaji dan tunjangan masih harus membayar iuran ke partai tiap bulannya. Nah, kalau dihitung-hitung, jumlah gaji dan tunjangan itu tak akan cukup menutupi modal awal yang dikeluarkan berupa uang, hadiah dan sembako tersebut.

Karena itu, dia memminta masyarakat pemilih untuk tidak memilih calon anggota DPR yang suka bagi-bagi uang dan sebagainya.

"Negara ini tidak akan menjadi lebih baik untuk anak cucu kita, kalau mereka yang dipilih hanya mereka yang bagi-bagi duit," tutup Rahayu.

Kasus terbaru, penyidik KPK menetapkan Anggota DPR RI dari Fraksi PPP M. Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya