Berita

Pangi Syarwi Chaniago/Net

Politik

Survei Voxpol: Mayoritas Publik Tak Percaya Janji Capres-Cawapres

JUMAT, 22 MARET 2019 | 13:44 WIB | LAPORAN:

Mayoritas masyarakat pemilih tidak percaya dengan janji politik dari masing-masing pasangan calon peserta Pilpres 2019.

Temuan ini berdasar hasil survei Voxpol Center Research and Consulting tentang janji capres-cawapres yang dilakukan periode 26 Februari 2019 hingga 8 Maret 2019.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyebut, sebanyak 62,8 persen responden tidak percaya dengan janji kampanye politik capres-cawapres.


"Namun demikian, masih ada yang percaya terhadap janji politik yang diobral ketika masa kampanye sebesar 24,7 persen. Sisanya tidak tahu dan tidak jawab," katanya melalui keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (22/3).

Hasil survei juga menunjukkan tingginya angka ketidaktarikan pemilih terhadap janji politik masing-masing paslon, yakni sebesar 70,4 persen dari 1.220 responden.  

"Hanya 18,3 persen pemilih yang tertarik dengan janji yang ditawarkan oleh elite politisi atau calon presiden/wakil presiden dan sisanya tidak tahu dan tidak jawab,"paparnya.

Selain itu juga diperoleh sebanyak 27,3 persen responden yang percaya janji politik mempengaruhi pilihan mereka pada 17 April 2019. Sedangkan 63,5 persen responden menyatakan sebaliknya.

Pangi melanjutkan, hanya 16,6 persen yang merespon akan menagih janji politik pemenang Pilpres. Angka ini terbilang kecil dibandingkan 71,4 persen memilih pasif. Lalu 12 persen diantaranya menyatakan tidak tahu dan tidak jawab.

Para responden ini, jelas Pangi, dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling dari seluruh provinsi di Indonesia dan telah berusia 17 tahun. Survei ini memiliki tingkat kesalahan alias margin of error survei sebesar +-2,98 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

"Setiap responden terpilih diwawancarai  dengan metode wawancara tatap muka (face to face) oleh pewawancara yang terlatih secara khusus. Quality control dilakukan dengan mendatangi kembali (rekonfirmasi) 20 persen sampel responden yang ada kemudian terpilih secara acak (spot check)," urainya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya