Berita

Pakar komunikasi politik, Hendri Satrio/RMOL

Politik

UU ITE Cenderung Didompleng Pencari Eksistensi

RABU, 20 MARET 2019 | 16:37 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Maraknya pelaporan antaranggota masyarakat maupun public figure terkait ujaran kebencian atau pernyataan yang dianggap menyakitkan membuat UU ITE tidak efektif sebagai alat kontrol sosial di masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh pakar komunikasi politik, Hendri Satrio saat diskusi publik terkait wacana revisi UU ITE di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (20/3).

“Itu kan yang melapor sebenarnya ada eksistensi yang mendompleng hukum yang bolong-bolong. Agar dilihat ingin eksis, sebenarnya malah menghilangkan teknologi hebat yang kita miliki (yaitu) musyawarah mufakat,” ujar Hendri.


Pada dasarnya, kata Hendri, para pembuat UU itu memiliki niat yang baik untuk mengatur masyarakat dalam bermedia sosial.

Namun dalam perjalanannya, UU tersebut malah disalahgunakan oleh orang yang ingin mengejar eksistensi.

“Kalau ada yang ingin melaporkan karena UU ITE itu tinggal datang aja ke Polda, datang ke Bareskrim, tapi kan ini mengundang wartawan dulu (agar dipublikasi),” selorohnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya