Berita

Politisi senior PAN Drajad Wibowo (kiri)/Net

Politik

PAN: Survei Litbang Kompas Bukti Rakyat Ingin Perubahan

RABU, 20 MARET 2019 | 14:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Politisi senior PAN Drajad Wibowo merespons positif hasil survei Litbang Kompas yang dirilis hari ini. Menurut dia, hasil tersebut jadi bukti bahwa rakyat ingin perubahan.

"Sebagian besar rakyat tidak mau lagi memilih Presiden Jokowi. Itu terlihat dari elektabilitas pasangan 01 yang di bawah 50 persen. Kesimpulannya, rakyat ingin perubahan," kata Drajad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (20/3).

Rilis survei Litbang Kompas, elektabilitas Jokowi-Maruf tergerus menjadi 49,2 persen, sementara Prabowo-Sandi naik signifikan 37,4 persen. Selisihnya hanya tinggal 11,8 persen.


Drajad optimis trend menaiknya elektabilitas Prabowo-Sandi dari waktu ke waktu terus berlanjut hingga 17 April mendatang. Dia juga menyebut dua survei lain yang menangkap trend utama tersebut.

"Pertama, survei yang dilakukan oleh Polmark dan PAN, dengan responden lebih dari 32.500 di 73 Dapil. Kedua, survei yang dilakukan oleh parpol pendukung Prabowo-Sandi yang lain. Dalam survei mereka, selisih elektabilitas antara 01 vs 02 malah hanya sekitar 5 persen," tuturnya.

Praktis, hasil-hasil survei itu bukan malah kubu 02 terlena melainkan semakin giat dan gencar untuk terus mendongkrak elektabilitas Prabowo-Sandi.

"Semangat perubahan ini yang perlu dimaksimalkan Prabowo-Sandi untuk mengejar ketertinggalan," pungkas Drajad.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya