Berita

Foto; Humas Bakamla

Pertahanan

Bakamla Dan KLHK Segel 2 Kontainer Diduga Kayu Eboni Ilegal

RABU, 20 MARET 2019 | 10:44 WIB | LAPORAN:

Tim gabungan Bakamla dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membongkar pengiriman kayu eboni ilegal antarpulau yang diduga akan diekspor ke luar negeri.

Upaya pengiriman kayu eboni ilegal berhasil dideteksi oleh jajaran kapal patroli Bakamla yang sedang tugas patroli keamanan laut di wilayah Laut Jawa pada Selasa (5/3) dua pekan lalu sekitar pukul 1 siang WIB.

Menurut Direktur Operasi Laut Bakamla, Laksma Bakamla Nursyawal Embun menuturkan, kegiatan deteksi itu berawal dari informasi masyarakat bahwa banyak penebangan ilegal kayu eboni tanpa izin.


Kayu eboni tersebut biasanya dikirim ke Surabaya menggunakan kapal kargo domestik selanjutnya akan diekspor ke luar negeri.

"Masyarakat merasa janggal dan bertanya bagaimana kayu eboni yang asal usulnya tidak jelas bisa dikirim ke luar negeri." kata Nursyawal.

Harga satu kubik eboni di luar negeri bisa mencapai Rp 120 juta.

Informasi dari masyarakat ini kemudian ditindaklanjuti oleh tim dari Direktorat Operasi Laut (Ditopsla) dan Unit Penindakan Hukum (UPH) diteruskan ke KN Belut Laut-4806 Bakamla dengan memeriksa KM Meratus Minahasa di wilayah Laut Jawa pada koordinat 06052’143S” - 112049’841”E.

Petugas mendapat keterangan nakhoda KM Meratus Minahasa, Jaka Sutama bahwa kapal berlayar dari Pantoloan, Sulawesi Tengah menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur.

Dalam kapal itu, petugas Bakamla menemukan dua kontainer yang diduga berisi kayu eboni tanpa dilengkapi dokumen sah.

Kemudian temuan tersebut didata dan dicatat. Setelah pemeriksaan selesai maka petugas Bakamla RI kembali ke KN. Belut Laut-4806. Sedangkan, KM Meratus Minahasa melanjutkan pelayaran sesuai rute menuju Dermaga Domestik Nilam, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Petugas bagian penyelidikan dan penindakan Bea Cukai Tanjung Perak menolak memeriksa dua kontainer tersebut dikarenakan pengirimannya antar pulau (domestik).

Sementara dari hasil koordinasi dengan petugas Balai Gakkum Kementerian LHK, disepakati untuk dilaksanakan pemeriksaan keberadaan kontainer yang diduga memuat kayu eboni tersebut pada Minggu (10/3).

Namun ternyata dua kontainer yang diduga memuat kayu eboni telah diturunkan dari KM Meratus Minahasa dan ditempatkan oleh pihak agen Meratus di terminal domestik Nilam.

Keesokan harinya, Bakamla memberitahu pihak Agen KM bahwa akan dilakukan pemeriksaan lanjutan keberadaan kontainer pada Selasa (12/3). Dua hari kemudian (Kamis, 14/3), penyidik Kementerian LHK menyegel dua kontainer yang diduga berisi kayu eboni ilegal dengan disaksikan oleh petugas Bakamla RI serta perwakilan Agen Meratus, Cosco Shiping Line dan Forwading.

Hingga saat ini kedua kontainer tersebut masih disegel oleh penyidik KLHK.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya