Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Gagasan Perkuat Singapura Untuk Kejar Target Wisman Ke Indonesia Tidak Bisa Dipahami

RABU, 20 MARET 2019 | 08:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gagasan pemerintah memperkuat bandara Singapura sebagai cara untuk mengejar target penerimaan Indonesia dari sektor pariwisata dianggap aneh dan tidak dimengerti.

Gagasan itu disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya hari Senin lalu (18/3) saat mengumumkan revisi  target penerimaan devisa sektor pariwisata dari 20 miliar dolar AS menjadi 17,6 miliar dolar AS. Kementerian Pariwisata tetap memasang target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta orang.

Revisi target penerimaan tahun ini dilakukan karena target tahun 2018 lalu juga tidak tercapai akibat berbagai bencana alam. Sementara untuk mengejar target 2019, pihaknya akan memperkuat posisi Singapura sebagaiu hub pariwisata.


Kritik terhadap gagasan pemerintah itu disampaikan pengamat penerbangan Alvin Lie yang juga anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu.

“Saya tidak mampu memahami pola pikir Menteri Pariwisata. Bukannya memperkuat bandara Soekarno-Hatta atau I Gusti Ngurah Rai atau Juanda sebagai hub penerbangan Indonesia, justru akan perkuat Singapura,” ujarnya.

Alvin lalu membedah optimalisasi bandara-bandara berskala internasional yang ada di Indonesia. Saat ini, sebut dia ada 18 bandara internasional di Indonesia yang aktif, sementara sekitar 14 lainnya walaupun disebutkan berskala internasional namun tidak aktif melayani penerbangan internasional.

Dari 18 bandara internasional yang aktif, sebanyak sebelas melayani penerbangan ke Singapura (SIN) dan Kuala Lumpur (KUL), lalu hanya empat yang hanya melayani penerbangan ke SIN dan hanya tiga yang hanya melayani penerbangan ke KUL.

Dari sisi frekuensi penerbangan dalam setiap minggu ada 721 penerbangan ke KUL dan 544 penerbangan ke SIN.

Di luar angka-angka itu, dari semua bandara internasional hanya


Satu²nya bandara internasional yg kita surplus (penumpang Asing lebih banyak daripada WNRI) hanya Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali yang surplus, artinya lebih banyak penumpang asing daripada penumpang domestik.

Bandara-bandara lainnya hanya didominasi penumpang domestik. Artinya, lebih banyak warganegara RI yang ke luar negeri daripada warganegara yang lain datang ke Indonesia.

“Itupun perlu dicermati. Tidak semua penumpang pesawat dari negara lain yang datang ke Indonesian adalah untuk kepentingan wisata. Sebagian untuk kepentinga kedinasan, bisnis, urusan pribadi dan urusan keluarga,” sambung Alvin Lie.

Alvin Lie juga mengatakan bahwa saat ini KUL berharap terhubung langsung dari 12 kota di Indonesia untuk mendapatkan penumpang jemaah umrah dan penumpang tujuan internasional lainnya yang akan melanjutkan penerbangan dari KUL ke negara-negara lain tersebut.

Menurut Alvin Lie, bila hendak mendatangkan turis dalam jumlah yang besar, seharusnya Indonesia membuka lebih banyak rute dari berbagai negara ke tiga atau empat bandara di Indonesia.

“Bukannya membuka sebanyak-banyaknya bandara internasional yang kemudian hanya berfungsi sebagai feeder atau pengumpan bagi Singapura dan Kuala Lumpur,” demikian Alvin Lie.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Penunjukan Nanik S. Deyang Kepala MBG Sesuai Hasil Evaluasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:13

Turun Gunung Jokowi Dalam Rangka Cari Keselamatan

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05

Gibran Ingin Birokrasi Berjalan Gesit dan Kolaboratif

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:01

Prabowo Apresiasi Peran Turki Bantu Pulangkan Sembilan WNI dari Tahanan Israel

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:56

Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:52

Warganet Anggap Penggeledahan Kantor BGN oleh Kejagung Drama Telenovela

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:45

Gebrakan Jampidsus Obrak-abrik Kantor BGN Patut Diacungi Jempol

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:42

Kunjungan ke Rusia, AHY Bawa Pulang Proyek PLTN Terapung hingga Kapal Cepat

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:41

DPR Dukung Kejagung Geledah BGN Usut Dugaan Korupsi MBG

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:07

Istana Respons Kabar Penangkapan Eks Kepala BGN oleh Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:06

Selengkapnya