Berita

Adhie Massardi/RMOL

Politik

PSV: Kartu Sakti Jokowi Lebih Banyak Untuk Proyek

SELASA, 19 MARET 2019 | 16:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Program bantuan sosial yang digagas calon presiden petahana (Joko Widodo) melalui tiga kartu sakti baru dinilai hanya akan berujung pada proyek pengadaan.

"Saya melihat kartu-kartu ini lebih banyak untuk proyek, diambil proyeknya, nanti sukses udah nggak penting. Yang penting, saya dapat proyek bikin kartu. Kalau tidak sukses udah kebayang ini pasti tidak sukses," ujar Ketua Umum Perkumpulan Swing Voters (PSV) Adhie Massardi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (19/3).

Mantan jurubicara Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini menguraikan alasan dirinya menyebut kartu-kartu sakti itu memiliki kecenderungan tidak terealisasi. Di antaranya, indikator orang yang berhak mendapat kartu-kartu Jokowi yang masih belum jelas.


"Misal, kalau ada Kartu Pra Kerja, siapa yang layak ini, siapa yg menentukan layak dapat atau tidak? Indikatornya apa? Kemudian melihat luasnya wilayah, di daerah sini kuotanya berapa? Itu sudah bisnis tersendiri lagi," papar Adhie.

Oleh karena itu. Adhie beranggapan kartu-kartu sakti Jokowi ini hanya untuk melahirkan proyek-proye, bukan menyelesaikan persoalan masyarakat.

"Jadi, saya melihat, persoalan-persoalan bangsa ini, diselesaikan untuk melahirkan poyek-proyek yang tidak efisien, tidak mendasar, tidak substansial," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya