Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Cak Anam: NU Itu Barisan Kiai, Bukan Sindikat Politik

SELASA, 19 MARET 2019 | 13:08 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Belum pernah ada sejarahnya Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) tergoda akan gemerlap dunia atau politik kekuasaan. Saat ini, NU justru menghadapi ujian terberat.

Pandangan itu disampaikan  Choirul Anam, pendiri sekaligus pembina ormas Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyah (PPKN).

Ia mengatakan, dalam sejarah perjalanan NU yang hampir berusia satu abad ini, belum pernah terjadi ujian seberat sekarang. Khususnya, fenomena perubahan paradigma di tubuh ormas Islam terbesar dan pertama di Indonesia itu.


Sejak zaman Rais Akbar KH Hasyim Asy’ari memimpin NU sampai dengan yang terakhir Rais Aam KH MA Sahal Mahfudh, mereka selalu istiqamah pada posisi tertinggi yang diamanatkan.
 
“Rais Aam itu jantung NU, kini sudah diambil Jokowi," jelas Cak Anam--sapaan akrabnya seperti dilansir RMOL Jatim, Selasa (19/3).

Cak Anam menegaskan, paradigma NU itu adalah kebenaran dan keadilan serta mengajak pada orang-orang berbuat baik. Namun, sambung dia, saat ini paradigma itu digunakan secara keliru dan dipakai justru politik untuk berbicara kekuasaan dan kepentingan.

“NU itu barisan kiai, bukan sindikat politik," tegas Cak Anam.

Gejala melencengnya NU dari paradigma aslinya, tambah Cak Anam, terlihat diaman NU saat ini menjadi partisan dan berada di bawah kendali partai politik.

"Ormas Islam di bawah kendali partai politik. Itu namanya akal belum sehat," demikian Cak Anam.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya