Berita

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik/RMOL

Politik

Kedua Cawapres Masih Berpikir Tanggung Renteng, Akhirnya Pendidikan Dilempar Ke Pasar

SENIN, 18 MARET 2019 | 15:51 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Tanggung jawab negara soal memajukan pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa sudah diatur dalam Pembukaan UUD 1945.

Namun hingga kini, perspektif negara soal pendidikan masih berkutat pada tanggung renteng, di mana pendidikan menjadi tanggung jawab seluruh pihak.

Hal itu terlihat dalam debat cawapres kedua tadi malam antara Maruf Amin dan Sandiaga Uno. Sehingga keduanya pun terjebak dalam sistem pasar saat ini.


"Karena pendidikan kita tanggung renteng, akhirnya pasar yang nanggung. Sehingga ingin mendapatkan pendidikan yang baik perlu biaya yang tinggi, kalau biayanya pas-pasan ya pendidikannya juga pas-pasan," ucap Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (18/3).

Hal itu sangat terlihat dalam kesenjangan pendidikan antara desa dan kota. Dalam sudut pandang HAM, seharusnya sudah tidak ada lagi kesenjangan pendidikan antara orang yang berpenghasilan tinggi dan rendah.

"Itu problem sosial kita, sehingga negara harus mengangkat orang yang menengah ke bawah setara dengan pendapatan tinggi," tegasnya.

Dia menyadari bahwa tidak mungkin negara yang mengurus semuanya sehingga diperlukan prinsip tanggung renteng. Tetapi di sisi lain negara tetap menjamin hak pendidikan untuk setiap warga negaranya.

"Dalam konstruksi UU 11/2005 itu bagaimana hak-hak dasar dalam ekonomi, budaya, itu sudah diratifikasi oleh kita dan negara punya tanggung jawab dalam hak-hak dasar itu. Jadi ini kita lihat dalam paradigma bagaimana negara mengemban tanggung jawab dalam HAM," tandas Ahmad Taufan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya