Berita

Sandiaga Uno dan Maruf Amin/Net

Politik

Komnas HAM Kurang Puas Dengan Debat Maruf Vs Sandi

SENIN, 18 MARET 2019 | 14:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kurang puas dengan hasil debat ketiga Pilpres 2019 yang mempertemukan dua calon wakil presiden, Maruf Amin dan Sandiaga Uno.

Menurut Komisioner Komnas HAM, Amiruddin, kedua cawapres gagal menjelaskan secara detail rencana yang akan dilakukan di bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial budaya.

“Mungkin juga kedua cawapres belum mendalami persoalan-persoalan yang menonjol belakangan ini dalam konteks pendidikan,” ucap Amir saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (18/3).


Jika dikaitkan dengan data yang dihimpunnya, maka masalah tenaga kerja Indonesia yang mayoritas lulusan SMP harus dicarikan solusi secara detai.

Kedua cawapres, seharusnya menjelaskan rinci pemecahan solusi lima yang akan diambil untuk mengatasi masalah tersebut lima tahun ke depan.

“Roadmap-nya akan seperti apa sebenarnya? Kalau bicara link and match, bagaimana me-link-kan lulusan SMP ini dan match-nya di mana itu? Karena tidak terjabarkan itu menjadi istilah besar tapi kita nggak tahu isinya akan seperti apa?” tanyanya.

Baginya, tema debat yang dibahas tadi malam berhubungan erat dengan HAM. Sebab, tema tersebut menyentuh langsung pelayanan kepada segenap rakyat Indonesia.

“Tapi saya melihat, mungkin kedua cawapres kita belum familiar dengan UU 11/2005 tentang Hak-hak Sosial, Ekonomi, dan Budaya. Sehingga eksplorasinya nggak berkembang dari situ,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya