Berita

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Islamophobia Bahaya Bagi Masa Depan Umat Manusia

SABTU, 16 MARET 2019 | 14:26 WIB | LAPORAN:

. Seluruh elemen bangsa diajak untuk menghentikan kebencian terhadap sesama.

Langkah itu penting agar tidak ada lagi korban berjatuhan seperti yang dialami puluhan umat muslim Selandia Baru, yang dibantai secara keji pada Jumat kemarin (15/3).

Begitu ditegaskan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyikapi aksi teroris Brenton Tarrant Cs yang membantai  jemaah yang tengah salat Jumat di dua masjid Christchurch, Selandia Baru. Akibat aksi itu 49 orang tewaa dan 48 luka-luka.


"Sejak kemarin, kita di Indonesia merasakan luka yang dalam dari saudara-saudara kita muslim New Zealand yang mengalami pembantaian secara kejam. Pembantaian itu betul-betul biadab, dan tidak berprikemanusiaan," ujar Fahri, Sabtu (16/3).

Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) ini juga mengingatkan bahwa ideologi Islamophobia berbahaya bagi masa depan umat manusia. Karenanya, dia mengajak seluruh elemen masayarat menghentikan kebencian kepada sesama agar tiada korban selanjutnya.

"Pelaku itu adalah Islamophobia. Karena itu, aparat setempat harus menindak tegas atas perbuatanya tersebut," kata Fahri yang tak lupa menyampaikan duka mendalam atas peristiwa pembantaian di dua masjid di Selandia Baru, dan berharap keluarga korban diberi ketabahan.

Untuk diketahui, korban tewas dalam penembakan brutal di dua masjid di Christchurch, sebanyak 49 orang. Kepolisian Selandia Baru menyebut penembakan brutal itu 'direncanakan sangat matang'. Pelaku, melakukan penembakan sambil live streaming atau menyiarkan secara langsung melalui gawainya.

Aparat setempat menegaskan, empat orang pelaku yang terdiri dari tiga pria dan satu wanita, telah ditangkap otoritas setempat terkait pembantaian ini. Identitas keempatnya belum diungkap ke publik.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya