Berita

Aria Bima/Net

Politik

Aria Bima Dan Rizal Mallarangeng Masuk Tim Damai Debat Pilpres

KAMIS, 14 MARET 2019 | 18:40 WIB | LAPORAN:

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin resmi menunjuk dua orang untuk mewakili mereka menjadi juru runding dalam Debat Pilpres ke-3, sebagai anggota Komite Damai.

Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Aria Bima, mengatakan, sejauh kesepakatan bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, masing-masing tim sukses pasangan calon mendapat dua kursi untuk masuk dalam Komite Damai.

"Anggota tim damai (dari TKN) adalah Aria Bima dan Rizal Mallarangeng," ungkapnya di sela Rapat Pembahasan Protokoler dan Pengamanan Debat Calon Wakil Presiden Pemilu Tahun 2019, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (14/3).


Komite Damai dibentuk belajar dari insiden adu mulut antara petinggi BPN dengan Menko Maritim, Luhut Pandjaitan, pada debat Pilpres ke-2 lalu. Luhut saat itu berada di barisan pendukung Jokowi.

Keributan itu akibat capres Jokowi dianggap menyerang pribadi capres 02, Prabowo Subianto, lewat tudingan kepemilikan lahan seluas ratusan ribu hektare di Aceh dan Kalimantan. Padahal lahan yang dikuasai oleh Prabowo berstatus Hak Guna Usaha (HGU) dan bisa diambil kembali oleh negara jika dibutuhkan sewaktu-waktu.

Aria mengatakan, tugas Komite Damai adalah mencari jalan tengah bila terjadi lagi keributan dan gugatan di tengah jalannya debat.

"Nanti diatur oleh KPU dan Bawaslu. Hanya kalau ada sesuatu persoalan tim damai ini melakukan komuniakasi. Di mana tempat dan siapa yang mempertemukan, itu sudah disepakati, yakni KPU dan Bawaslu," jelas Aria.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya