Berita

Relawan Proksi/Net

Politik

Relawan Proksi: Kedaulatan Digital Indonesia Darurat

KAMIS, 14 MARET 2019 | 08:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kedaulatan digital Indonesia sedang darurat. Sebab, para influencer banyak terbentur dengan peraturan yang dibangun oleh rezim.

Begitu kata Ketua Relawan Prabowo Sandiaga Uno Komunitas Siber (Proksi) Al Akbar Rahmadillah usai menyerap aspirasi ke Surabaya dan Tuban dalam rangka membahas kedaulatan digital Indonesia dengan para komunitas digital dan influencer, Kamis (14/3)

“Indonesia pada sekarang ini darurat tentang kedaulatan digital. Kami melihat yang jelas-jelas rezim ini tidak pro terhadap bangsa sendiri yaitu tentang revisi PP 82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE), terutama terkait usulan relaksasi lokalisasi data,” ujar Akbar.


Oleh karena itu para influencer se-kota Surabaya dan Tuban ini mendukung Prabowo-Sandi untuk merevisi UU ITE. Mereka juga siap untuk berkampanye di sosial media secara masif untuk memenangkan Prabowo-Sandi.

“Jelas bahwa kepentingan asing itu adalah untuk membuka akses seluas-luasnya bagi produk atau layanannya di Indonesia dengan biaya seminimal mungkin, apabila data dan proses bisa dilakukan di luar Indonesia, ini adalah akses pasar yang sangat luas bagi mereka untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya di Indonesia, tanpa perlu mereka berinvestasi ataupun berkontribusi buat ekonomi Indonesia,” beber Akbar.

Masih kata Akbar, kalau rezim ini kasih alasan untuk memajukan startup, ekosistem ekonomi digital, dan lainnya, itu bertolak belakang dengan realita di lapangan.

Pasalnya revisi PP PSTE ini malah bikin senang asing, dan sengsara anak bangsa. Ini sangat bertolak belakang dengan materi yang dibangga-banggakan oleh capres 01 tentang unicorn.

“Bagaimana ekonomi digital mau maju jika banyak regulasi yang diproduksi di rezim ini pro terhadap asing? Kami dari Proksi akan menyerap aspirasi dari seluruh elemen bangsa dan akan membuat rekomendasi untuk kemajuan ekonomi digital,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya