Berita

Mendagri Tjahjo Kumolo/RMOL

Politik

Banyak ASN Tak Netral, Jokowi Didesak Copot Mendagri

RABU, 13 MARET 2019 | 19:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

. Lembaga Kawal Pemilu Kita (KPK) menyoroti Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai tak netral jelang Pilpres 2019. Salah satu yang disoroti adalah dukungan 31 kepala daerah di Jawa Tengah terhadap Joko Widodo akhir Januari kemarin.

Ia pun meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengusut dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan sejumlah kepala daerah, termasuk Gubernur Ganjar Pranowo.

"Jika Bawaslu pusat tidak melakukan tindakan, maka integritas Bawaslu sebagai badan negara patut dipertanyakan," kata koordinator KPK DKI Jakarta, Adjie Rimbawan dalam siaran persnya, Rabu (13/3).


KPK menjelaskan, kepala daerah adalah jabatan yang berasal dari proses demokrasi dan harus netral. Namun dengan adanya deklarasi kepala daerah di Hotel Alila, Solo itu, marwah Bawaslu sebagai badan pengawas dipertanyakan.

Tak hanya itu, KPK juga meminta kepada Presiden Jokowi untuk bertindak tegas kepada Mendagri, Tjahjo Kumolo lantaran kepala daerah masuk dalam pengawasan lembaganya.

"Meminta Presiden Joko Widodo mencopot Mendagri karena dianggap menciderai prinsip keadilan Pemilu 2019 dan merusak wibawa presiden sebagai kepala negara," sambungnya.

Terlepas dari desakan kepada presiden, ia justru berharap timbul kesadaran yang muncul dari Mendagri untuk meletakkan jabatannya.

"Integritasnya cacat sebagai menteri yang seharusnya menjadi contoh bagi ASN karena secara jelas dan nyata melindungi pelanggaran pemilu yang dilakukan Gubernur Jateng dan 31 Bupati/Walikota di Jateng," imbuh Adjie.

Rencananya, KPK DKI bakal melakukan unjuk rasa, Kamis (14/3) besok untuk menyuarakan aspirasnya tersebut. Unjuk rasa yang bakal diikuti sekitar 200 orang ini akan dikonsentrasikan di depan gedung Bawaslu RI, Kemendagri, dan Istana Kepresidenan Jakarta.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya