Berita

Effendi Simbolon dan Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Disindir Ketum PSI, PDIP: Wong Dia Baru Mulai, Banyak Belajar Dululah

RABU, 13 MARET 2019 | 16:35 WIB | LAPORAN:

PDI Perjuangan tak mau ambil pusing dengan apapun pernyataan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Belum lama ini Ketua Umum PSI, Grace Natalie dalam pidato politiknya di Medan, mempertanyakan sikap antikorupsi para parpol nasionalis yang dinilainya belum diimplementasikan.  

Namun begitu, politisi PDIP, Effendi MS. Simbolon mengingatkan, sebagai partai baru, PSI sebaiknya jangan terlalu mudah menuding-nuding partai lain untuk mencari elektabilitas diri.


"Mau jadi calon politisi, belajar banyak dululah. Jangan mudah mengumbar-umbar tuduhan ke mana-mana," ujar Effendi kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu (Rabu, 13/3).

Menurut Effendi, caleg eks koruptor yang diusung sebuah partai tak bisa dijadikan ukuran sikap antikorupsi.

"Wong dia (PSI) baru mulai," sindir anggota DPR ini.

"Ini kan terlalu mudah berbicara tidak menggunakan basis data yang baik, terus menuding-nuding partai lain, nggak etislah," imbuhnya.

PDIP, sambung Effendi, tak punya waktu mencemooh partai-partai lain yang sedang ikut Pemilu. Justru yang dikedepankan program-program riil.

Sekali lagi Effendi mewanti-wanti PSI jangan menyinggung partai lain apalagi dengan tujuan yang jelek.

"Kami PDIP bukan didirikan berdasarkan kapital, modal. Jadi silakan berkompetisi, berebut hati rakyat, tapi jangan menjelek-jelekkan partai kami," tegasnya.

Sebab, masih kata Effendi, jika implikasinya serius bisa berujung proses hukum.

"Kami lakukan penuntutan lewat hukum, nggak baik nantinya, kasihan mereka masih pemula. Mulai belajar baik-baiklah, tata krama, ikut dalam pergaulan politik. Jangan merasa benar sendiri, hebat sendiri, yang jelas PDIP tidak seperti dituduhkan dia," ucapnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya