Berita

Hinca Panjaitan/Net

Politik

Demokrat: Tak Elok Ungkit Pemecatan Prabowo Dan Dukungan SBY

RABU, 13 MARET 2019 | 01:39 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Partai Demokrat menyebut langkah anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar membuka cerita tentang sidang pemecatan Prabowo Subianto dari dinas kemiliteran dan mengaitkannya dengan sikap Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhyono dalam Pilpres 2019 sebagai langkah tidak elok.

"Kalau kemudian kita membuka-buka terus catatan-catatan tertentu, ini kan bukan catatan seluruh orang yang tahu maka baiklah untuk menutup itu. Kita lihatlah untuk yang lebih luas lagi dan sekali lagi nggak bijak untuk menarik-narik masa lalu ke depan, apalagi yang tahu hanya sebagian orang," kata Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan saat ditemui di gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (12/3)

Agum menyebut SBY tidak punya prinsip lantaran di Pilpres 2019 mendukung Prabowo padahal ikut menandatangani surat pemecatan Prabowo dari dinas kemiliteran. Atas tuduhan Agum itu, Hinca yang juga anggota Komisi III DPR mengingatkan perlunya menjaga kontestasi Pilpres dengan menghadirkan nuansa positif ketimbang negatif.
"Saya hanya ingin nyatakan tolong tonjolkan kebaikan tentang sesuatu yang baik bukan tentang sesuatu yang tidak baik," imbuhnya.

"Saya hanya ingin nyatakan tolong tonjolkan kebaikan tentang sesuatu yang baik bukan tentang sesuatu yang tidak baik," imbuhnya.

Sehingga menurutnya sangat elok ketika masing-masing pihak berlaku fair dan menjauhkan dari hal-hal yang membuat kegaduhan di publik.

"Karena itu pemilu pesta rakyat, pesta yang fair gitu, paling bagus tunjukan dengan baik apa keunggulan si A dan apa keunggulan si B," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya