Berita

Zikir akbar buruh sopir/Net

Politik

Buruh Sopir Tangki Pertamina Gelar Zikir Akbar Di Depan Istana

SELASA, 12 MARET 2019 | 17:17 WIB | LAPORAN:

. Permasalahan pemecetan sepihak buruh mobil tangki Pertamina belum juga ada penyelesaian. Padahal, kasus ini sudah langsung disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Awak mobil tangki yang tergabung dalam Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) Pertamina menggelar zikir akbar di depan Istana Presiden Jakarta, Selasa (12/3).

Ariswiyono salah seorang yang menjadi korban pemecatan mengatakan, zikir akbar digelar oleh ratusan masa aksi dari awak mobil tangki Pertamina karena setelah mereka bertemu dengan Presiden sebanyak dua kali namun belum ada penyelesaian.


"Presiden telah memandatkan ke Seskab (Pramono Anung) dan Rieke Diah Pitaloka untuk memediasi perwakilan sopir tangki Pertamina dengan anak-anak perusahaan Pertamina masih menemui jalan buntu," ujar Ariswiyono.

Mediasi yang dilakukan sebanyak empat kali belum juga menemukan titik terang dan malah jauh dari substansi permasalahan yang dituntut oleh para buruh sopir tangki.

"Timbul banyak pertanyaan kenapa kasus sopir tangki yang harus diselesaikan dua minggu justru buntu, ada apa sebenarnya?" ungkapnya.

"Zikir akbar di depan Istana ini dimaksudkan agar negara benar-benar mau hadir dan menyelesaikan persoalan ini secara tuntas dan terang banderang," tegas Ariswiyono menambahkan.

Sebanyak 1.095 pekerja sopir tangki Pertamina di-PHK secara sepihak pada tahun 2017 melalui pesan pendek (SMS).

Empat tuntutan SP-AMT; Pertama, bayarkan upah lembur yang belum dibayarkan sesuai nota sudinaker dan Kementerian Ketenagakerjaan dan upah proses selama di-PHK. Kedua, pekerjakan kembali 1.095 AMT yang di-PHK massal dan secara sepihak.

Ketiga, angkat kami sebagai karyawan tetap di PT. Pertamina Patra Niaga dan PT. Elnusa Petrofin, sesuai dengan nota sudinaker yang sudah disahkan oleh pengadilan; dan keempat, bayarkan hak pensiun bagi pekerja yang lanjut usia sesuai perundang undangan yang berlaku.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya