Berita

Refly Harun/Net

Politik

Dua Calon Hakim MK Diputuskan, Komisi III Tidak Pilih Refly Harun

SELASA, 12 MARET 2019 | 17:07 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Komisi III DPR telah selesai menggelar rapat pleno untuk menentukan hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Rapat pleno tersebut digelar tertutup di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (12/3).

Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Nasir Djamil menuturkan calon petahana Hakim MK yakni Wahiduddin Adams dan Aswanto terpilih kembali sebagai hakim MK melalui musyawarah mufakat.

"Ya tadi seluruh fraksi itu menggelar rapat pleno artinya seluruh fraksi hadir dalam rapat pleno yang kami selenggarakan," ujar Nasir saat ditemui usai rapat pleno.


Dalam musyawarah mufakat itu telah disepakati dan disetujui dari 11 nama yang mengikuti fit and proper test sebagai calon hakim Mahkamah Konstitusi seluruh fraksi setuju dengan dua nama tersebut.

"Tadi itu bersepakat dua yang mereka setujui untuk kembali menjadi Hakim MK. Kedua nama itu adalah Wahiduddin dan juga Aswanto. Kedua nama ini juga sebagai calon hakim Mahkamah Konstitusi inkumben atau petahana," imbuhnya.

Nasir pun menolak anggapan tak ada gunanya mengadakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bila pada akhirnya memilih calon hakim petahana.

Terlebih, uji kelayakan itu menggunakan tim ahli untuk menyeleksi 11 calon hakim MK yang praktis menyerap anggaran APBN.

"Ya itu kan mekanisme yang harus dilalui itu mekanisme prosedural harus dilalui. Jadi apa yang diputuskan oleh Komisi III berdasarkan pendapat dari fraksi-fraksi tersebut sebenarnya tidak menyalahi dan tidak berseberangan dengan apa yang disampaikan oleh panel ahli," tandasnya.

Untuk diketahui, fit and proper test calon hakim MK telah berlangsung sejak Februari lalu.

Ke-11 nama yang mengikuti fit and proper test: Hestu Armiwulan Sochmawardiah, Aidul Fitriciada Azhari, Bahrul Ilmi Yakup, M. Galang Asmara, Wahiduddin Adams, Refly Harun, Aswanto, Ichsan Anwary, Askari Razak, Umbu Rauta dan Sugianto.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya