Berita

Dunia

Maroko Juga Hentikan Operasi Boeing 737 Max-8

SENIN, 11 MARET 2019 | 21:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Air Royal Maroc, maskapai Kerajaan Maroko, ikut menghentikan pengoperasian pesawat Boeing 737 Max-8 menyusul kecelakaan yang menimpa Ethiopia Airline hari Minggu kemarin (10/3).

Pesawat Ethiopia Airline dengan rute penerbangan ET 302 yang berangkat dari Addis Ababa menuju Nairobi, Kenya, mengalami kecelakaan tak lama setelah tinggal landas. Sebanyak 157 awak dan penumpang tewas dalam kejadian itu.

Kecelakaan di Ethiopia ini sepintas memiliki kesamaan dengan kecelakaan Boeing 737 Max-8 milik Lion Air di Indonesia beberapa bulan lalu. Dalam kejadian di bulan Oktober itu, sebanyak 189 penumpang dan awak pesawat tewas.


Boeing 737 Max-8 pertama diterima RAM bulan Desember 2018. Pesawat itu melayani penerbangan ke Barcelona, Spanyol, sejak 1 Januari tahun ini. Selain ke Barcelona, pesawat itu juga terbang ke Paris dan London.

Di pertengahan Februari lalu, RAM menerima Boeing 737 Max-8 kedua.

RAM direncanakan menerima dua Boeing 737 Max-8 lagi dalam waktu dekat ini.

Seperti dikutip dari SahabatMaroko.Com, tidak disebutkan berapa lama RAM akan menghentikan pengoperasian pesawat ini.

Sejauh ini negara-negara yang sudah menghentikan pengoperasian Boeing 737 Max-8 adalah Indonesia, Ethiopia, Kepulauan Cayman dan Republik Rakyat China.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya