Berita

Robertus Robet/RMOL

Politik

Dosen Robet Memang Seharusnya Minta Maaf

JUMAT, 08 MARET 2019 | 11:56 WIB | LAPORAN:

Potongan plesetan lagu Mars ABRI yang dinyanyikan Robertus Robet pada aksi Kamisan, pekan lalu, mendadak menjadi perhatian sampai diproses di tingkat kepolisian.

Lagu yang dulunya bagian dari kritik sosial di era 1998 tersebut dapat dikatakan cermin evaluasi ABRI agar berbenah, sehingga dilakukan reformasi yang kini nampak begitu menjadi TNI.

Namu begitu, Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia(Alpha), Azmi Syahputra menilai kurang etis jika lagu kritik tersebut dinyanyikan pada saat ini.


"Isinya dianggap menjadi bagian kelucuan karena tidak selamanya contain kelucuan itu lucu apalagi sampai dilihat dan diikuti anak anak," ujar Azmi Syahputra kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/3).

Azmi berpendapat, parodi lagu Mars ABRI yang dibawakan dosen Robet di era saat ini cenderung merendahkan. Sebab, lirik dalam lagu tersebut sudah berbeda dengan kondisi TNI kekinian.

"Mendengar nyanyian versi demikian saja anak-anak merasa itu lucu. Terus nanti ikut-ikutan karena dengan perkembangan teknologi, anak-anak sudah pegang smartphone akan cepat dan mudah tersebar di era medsos bgini. Ini kan bisa berdampak panjang," jelasnya.

Ia khawatir jika lagu versi plesetan itu dihapal dan menjadi mindset, berpotensi masalah baru buat bangsa, termasuk personel TNI yang merasa direndahkan.

Ini juga yang semestinya dipertimbangkan oleh dosen RR sebagai akademisi. Menurut Azmi, dosen RR harus objektif, berpikir ilmiah (ajeg) dan holistik.

"Kalau setingkat ilmuwan kritiknya atau berpendapatnya semestinya dapat dilakukan dengan menulis, meneliti atau diseminarkan. Itulah wadah para ilmuwan," terang Azmi.

Azmi pun membenarkan memang seyogyanya Robet meminta maaf dan menyatakan parodi atau lirik lagu  yang dibawakannya saat Aksi Kamisan tidak pantas dicontohkan atau dikuti.

"Ini jadi pelajaran buat para akademisi, mari mengisi bangsa dengan hal-hal positif, hentikan kegaduhan hanya buang energi, berpikirlah dan berkaryalah ,kontribusikan ide, gagasan serta solusi untuk kemajuan bangsa yang beradab," demikian Azmi yang juga dosen di Fakultas Hukum Universitas Bung Karno.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya