Berita

Hendri Satrio/RMOL

Politik

Pelepasan Saham Bir Baiknya Diselesaikan Lewat Musyawarah

JUMAT, 08 MARET 2019 | 08:58 WIB | LAPORAN:

Aksi yang akan digelar Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Balaikota DKI Jakarta merupakan buntut dari tidak terciptanya mufakat antara Gubernur Anies Baswedan dan DPRD DKI.

Seandainya Anies dan DPRD DKI mau duduk bersama untuk membahas mengenai pelepasan saham produsen Anker Bir, PT Delta Djakarta (DLTA), maka dipastikan aksi tidak akan terjadi.

Begitu kata pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/3).


"Nah, hal ini (musyawarah) sebaiknya dikedepankan dan dipaksakan untuk dilakukan. Massa yang datang hari ini sepenuhnya menjadi buah tanggung jawab ketua DPRD Jakarta dan gubernur yang gagal menemukan mufakat," ujar pria yang akrab disapa Hensat itu.

Musyawarah mufakat merupakan peninggalan para pendiri bangsa yang sejauh ini mampu digunakan dalam menyelesaikan konflik. Untuk itu, ada baiknya Anies dan DPRD DKI menyelesaikan masalah lewat musyarawah.

"Ada teknologi canggih yang diwariskan para pendiri bangsa untuk menyelesaikan berbagai persoalan, namanya musyawarah untuk mufakat," tutur co founder Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) itu.

Perbedaan pendapat terkait pelepasan saham bir mencuat. Anies Baswedan tetap dengan prinsip ingin melepas saham. Hal itu sesuai dengan janji kampanye di Pilkada 2017 lalu.

Tapi di satu sisi, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menentang pelepasan saham sebesar 26,25 persen itu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya