Berita

Ilustrasi

Politik

Kawal Proyek Infrastruktur, HMI Desak Pemerintah Stop Impor Baja Ringan

JUMAT, 08 MARET 2019 | 00:23 WIB | LAPORAN: TUAHTA ARIEF

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendesak pemerintah untuk menghentikan penggunaan baja impor berkualitas rendah sebagai bahan baku pembangunan infrastruktur yang sedang gencar digalakkan.

"Kami meminta Pemerintah untuk memastikan pembangunan infrastrukur di seluruh Indonesia menggunakan baja yang standar dan komoditas dalam negeri untuk menjamin pembangunan," kata  Ketua Bidang Lingkungan Hidup Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Abdul Rabbi Syahrir dalam rilis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/3).

Sebagai bentuk komitmen untuk mengawal 9 Resolusi pengelolaan lingkungan hidup untuk Indonesia maju, berdaulat, berkeadilan dan berkelanjutan, menurut Rabbi, penggunaan bahan impor juga bisa berdampak sistemik bagi kesejahteraan rakyat.


"Kami minta Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan untuk menghentikan dan memperketat regulasi bagi bahan baku infrastruktur terutama baja mengingat produksi dalam negeri over stock," kata Robbi.

Dalam rilisnya itu, PB HMI periode 2018-2020 ini juga meminta Pemerintah untuk memastikan semua produksi baja dalam negeri tidak berdampak negatif terhadap lingkungan dan telah memenuhi syarat-syarat produksi ramah lingkungan dan prinsip-prinsip sustainable bussines.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya