Berita

Capres/RMOL

Politik

Prabowo Berpeluang "Depak" Jokowi Dari Istana

KAMIS, 07 MARET 2019 | 19:20 WIB | LAPORAN:

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berpeluang besar untuk "mendepak" petahana, Joko Widodo (Jokowi) dari Istana Negara melalui ajang Pilpres tahun 2019 nanti.

Direktur Survey and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara mengatakan, berdasarkan hali survei lembaga yang dipimpinnya, selisih tingkat elektabilitas antara Jokowi dengan Prabowo kini mulai menipis, yakni hanya terpaut 8 persen.

Yang mana pada kenyataannya, tingkat elektabilitas Jokowi kini hanya 49 persen, sementara Prabowo 41 persen. Selebihnya 10 persen responden menyatakan masih ogah menjawab.


"Prabowo-Sandi punya peluang mengejar dengan 41 persen karena masih ada yang belum menentukan pilihan sebanyak 10 persen," katanya dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (7/3).

Namun demikian, diingatkannya kalau kemenangan dapat diraih jika Prabowo-Sandi memiliki kemampuan untuk merebut hati dan suara dari swing votters ataupun undicided votters yang kebanyakan masih menganggap pembangunan infrastruktur pemeritahan saat ini belum mampu memperbaiki kondisi ekonomi bangsa.

"Nah momentum ini menciptakan momentum bagi Prabowo-Sandi untuk mengejar ketertinggalan elektabilitasnya," pungkasnya.

Perlu diketahui, semua pernyataan yang diungkapkan Igor itu berdasarkan hasil lembaga yang dipimpinnya. Survei itu diselenggarakan sejak tanggal 27 Desember 2018 sampai 08 Januari 2019 lalu dengan melibatkan 1.213 responden. Mereka dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Survei ini memiliki margin of error sebesar 3 persen. Adapun tingkat kepercayaan survei yakni 95 persen.




Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya