Berita

Joko Widodo-Maruf Amin/Net

Politik

Survei SPIN, Keunggulan Jokowi-Maruf Tinggal 8 Persen

KAMIS, 07 MARET 2019 | 13:36 WIB | LAPORAN:

Tingkat keterpilihan (elektabilitas) capres petahana, Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 kini mulai terancam.

Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis lembaga Survey and Polling Indonesia (SPIN) selisih tingkat elektabilitas antara Jokowi dengan penantang, Prabowo Subianto kini mulai menipis. Bahkan hanya terpaut 8 persen.

"Hasilnya pasangan nomor urut 01 (Jokowi-Maruf Amin) memang masih unggul dengan tingkat keterpilihan 49 persen dibandingkan dengan pasangan nomer urut 02 (Prabowo-Sandi) sebesar 41 persen, dan sisanya 10 persen belum menjawab," kata Direktur SPIN, Igor Dirgantara dalam konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (7/3).


Igor menilai cerminan elektabilitas ini merupakan ancaman nyata bagi pasangan nomor urut 01. Sebab sebagai petahana, Jokowi seharusnya minimal memiliki elektabilitas di atas 60 persen.

”Ini ancaman. Indikatornya, kalau misalnya petahana itu di bawah 50 persen itu ancaman. Karena ke depan kompetisi semakin ketat," pungkasnya.

Survei digelar pada tanggal 27 Desember 2018 sampai 08 Januari 2019 lalu, dengan melibatkan 1.213 responden. Mereka dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling.

Survei ini memiliki margin of error sebesar 3 persen. Adapun tingkat kepercayaan survei, yakni 95 persen.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya