Berita

Gus Choi/Net

Politik

Nasdem Duga Ada Upaya Sistematis Delegitimasi Pemilu

KAMIS, 07 MARET 2019 | 11:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Serangan informasi bohong alias hoax yang terus menyerang Komisi Pemilihan Umum (KPU) diduga sebagai upaya sistematis mendelegitimasi pemilu.

“Sepertinya ada upaya sistematis untuk mendelegitimasi pemilu melalui opini agar publik tidak mempercayai KPU dan hasil kerja KPU mengenai Pemilu Serentak 2019 khususnya Pemilihan Presiden," kata Ketua Bappilu Nasdem Effendy Choirie dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/3).

Serangan hoax terhadap KPU itu di antaranya peredaran video yang menyebutkan ada surat suara di Sumatera Utara sudah tercoblos, surat suara sebanyak 7 kontainer dari China tiba di Tanjung Priok, hingga isu KTP-el untuk orang asing. Semua hoax itu menyudutkan pasangan Joko Widodo-Maruf Amin dan KPU.


Menurutnya, penyebaran hoaks yang diarahkan ke KPU itu bukan mustahil merupakan sebuah desain besar untuk merongrong kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu, sehingga terjadi delegitimasi hasil pemilu.

Gus Choi, sapaan akrabnya khawatir dalam dua bulan ke depan isu-isu tersebut akan lebih marak dan menimbulkan kesan KPU secara keseluruhan bermasalah.

"Kecurigaan ini beralasan. Sekarang KPU dibidik. Apalagi ada tekanan-tekanan ke KPU Pusat agar melakukan audit IT. Jika tidak bersih, Prabowo akan mundur. Kelihatan sekali ada agenda setting, entah oleh siapa," ujarnya.

Dia menduga, ada elite yang mulai panik lantaran pasangan calon dan partai yang diusung terancam kalah. Mereka lalu membuat pernyataan seperti seolah kekalahan itu terjadi karena pemilu tidak jujur.

“Narasi seperti ini hanya ingin menjatuhkan kredibilitas penyelenggara pemilu,” tegasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya