Berita

Herman Khaeron/Net

Politik

Tuntaskan Reforma Agraria, Pemerintah Didorong Bentuk Konsensus Nasional

KAMIS, 07 MARET 2019 | 11:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) melakukan kajian mendalam mengenai penguasaan tanah dalam bentuk sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) dan agenda reforma agraria pemerintah.

Kajian dilakukan bidang Energi dan Pertambangan MN KAHMI karena isu ini terus bergulir pasca Presiden Joko Widodo menyinggung tanah milik calon presiden Prabowo Subianto di debat kedua Pilpres 2019 lalu.

“MN KAHMI berpendapat bahwa redistribusi penguasaan tanah adalah hal yang mendesak dilakukan untuk memecahkan masalah keadilan agraria sebagai upaya menjaga kesatuan dan persatuan bangsa,” terang Presidium MN KAHMI, Herman Khaeron dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/3).


Memang banyak kendala hukum yang harus dilewati di tataran operasional dalam mewujudkan agenda tersebut. MN KAHMI juga menyadari bahwa pemulihan kondisi tanah sebagai sumber daya agraria adalah penting untuk menjamin keberlangsungan sumber kehidupan segenap warga negara.

Atas alasan itu, MN Kahmi mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk pemerintah. Di antaranya menyarankan pemerintah agar membangun konsensus nasional reforma agraria sebagai landasan bagi langkah-langkah strategis dan operasional bersama oleh seluruh elemen bangsa dalam mengembalikan struktur penguasaan dan pemulihan kondisi tanah sebagaimana amanah konstitusi.

“MN Kahmi merekomendasi beberapa lembaga untuk melakukan konsensus, antara lain presiden, DPR, MA, MK, BPK, dan OJK,” terang politisi Demokrat.

Selain itu, MN KAHMI juga meminta pemerinta segera membuka informasi kepada publik mengenai HGU sebagaimana putusan MA 121K/TUN/2017 dan memberlakukan sama untuk hak pengelolaan lainnya atas tanah yang dikuasai negara.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya