Berita

Kutipan surat penangkapan Robertus Robert/Repro

Politik

Lieus Sungkharisma Puji Polri Tangkap Robertus Robet

KAMIS, 07 MARET 2019 | 09:58 WIB | LAPORAN:

Tokoh Tionghoa yang juga koodinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma memuji sikap tegas dan kesigapan aparat kepolisian menangkap Robertus Robert.

Polisi bahkan telah menetapkan Robet sebagai tersangka ujaran kebencian.

"Kita apresiasi sikap tegas dan kesigapan Polisi menangkap dan menjadikan penghina TNI itu sebagai tersangka. Itu lebih baik daripada aparat TNI sendiri yang langsung bertindak karena tersinggung dan marah," ujar Lieus kepada redaksi, pagi ini (Kamis, 7/3).


Menurut Lieus, aparat Polri sudah bertindak benar dengan menangkap dan memeriksa Robertus Robert, dosen sosiologi UNJ itu.

"Sebab, apapun alasannya, tidak boleh dibiarkan siapapun di negeri ini melecehkan apalagi menghina institusi TNI," tegasnya.

Robet ditangkap penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri pada jelang tengah malam tadi (Rabu, 6/3) dari kediamannya di perumahan Mutiara Depok, Sukmajaya, Jawa Barat.

Video orasi Robet tengah menyanyikan plesetan lagu Mars ABRI dalam Aksi Kamisan pada Kamis (28/2) pekan lalu, yang dijadikan dasar tuduhan.

Lieus tetap berpendapat, Robet telah mengubah lirik lagu Mars ABRI dengan kata-kata yang sangat melecehkan dan merendahkan martabat Tentara Nasional Indonesia.

Robertus sendiri mengklarifikasi bahwa plesetan lagu 'Mars ABRI' yang dinyanyikannya saat aksi Kamisan sebagaimana dalam cuplikan video viral bukan dimaksudkan menghina TNI.

Namun, kata Lieus, apapun alasannya, video berisi lagu Mars ABRI yang liriknya diubah Robertus sudah menyebar di masyarakat.

"Semua orang yang menyaksikan video itu pasti tau, lirik yang dinyanyikannya sangat melecehkan dan menghina," ujar Lieus.

Lieus menambahkan, alasan Robertus bahwa lagu itu popular saat gerakan mahasiswa 1998 tak penting lagi.

Lieus menegaskan, kasus ini hendaknya menjadi pembelajaran bagi siapa saja agar tidak seenaknya melecehkan atau menghina institusi negara, apalagi TNI.

"Di saat bangsa ini sedang berusaha bekerja keras membangun tetap kokohnya persatuan dan persatuan agar kehidupan kebangsaan kita tetap kondisif, kok ada saja yang coba menggerogotinya," ujar Lieus.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya