Berita

Bonivasius Prasetyo Ichtiarto/Net

Kini Dana Desa Bisa Dipakai Buat Penanganan Bencana

KAMIS, 07 MARET 2019 | 02:37 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mana penggunaan dana desa fokus pada pembangunan infrastruktur, dana desa tahun 2019 akan fokus pada pengembangan ekonomi dan pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) desa. Di sisi lain, dana desa juga bisa digunakan untuk pencegahan dan penanganan bencana.

Hal tersebut dikatakan Kepala Biro Humas dan Kerjasama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Bonivasius Prasetyo Ichtiarto saat menjadi pembicara pada Sosialisasi Pengawalan, Penyaluran, dan Pemanfaatan Dana Desa tahun 2019 di Medan, Sumatera Utara, Rabu (6/3).

"Tahun lalu terjadi bencana alam di beberapa daerah seperti di Banten. Kalau tahun lalu kepala desa bingung, ketika ada bencana alam kira-kira bisa enggak digunakan dana desa untuk penanganan bencana. Jawabannya bisa. Ketika memang itu (dana desa) bisa digunakan," ujarnya.


Ia mengatakan, dana desa sebesar Rp 187 triliun yang telah disalurkan pada tahun 2015-2018 telah berhasil membangun ragam infrastruktur dasar di desa. Infrastruktur tersebut terbagi ke dalam dua kategori yakni infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi seperti jalan, jembatan, pasar desa, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain itu, infrastruktur untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat seperti sarana air bersih, Polindes, dan PAUD.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur inilah yang menyebabkan dana desa Rp 70 triliun di tahun 2019 fokus pada pengembangan ekonomi dan peningkatan kapasitas SDM desa.

"Nah, kita menyadari bahwa SDM di desa bahkan kepala desa dan aparatur, skilnya mayoritas masih rendah. Makanya tahun 2019 dana desa bisa digunakan untuk peningkatan kapasitas SDM," ujarnya.

Terkait peningkatan kapasitas SDM menurutnya, dana desa bisa digunakan untuk pencegahan stunting. Selain itu, dana desa juga bisa digunakan untuk meningkatkan pelayanan pendidikan, pembelajaran dan pelatihan kerja.

"Pencegahan stunting misalnya untuk peningkatan gizi anak. Pencegahan stunting ini penting karena menyangkut kualitas SDM kita," ujarnya.

Sementara terkait pengembangan ekonomi, lanjutnya, dana desa bisa digunakan untuk pembangunan dan pengembangan BUMDes. Menurutnya, selain bertujuan agar desa mandiri secara ekonomi, BUMDes juga bertujuan untuk melindungi masyarakat dari para tengkulak.

"Contoh paling sederhana, ada produksi pertanian yang sampai sekarang masih dijual ke tengkukak. Otomatis nilai ekonomisnya menjadi sangat kecil sekali. Dengan adanya BUMDes, hasil pertanian akan dikelola oleh BUMDes, tidak lagi ke tengkulak sehingga harga berbeda. Nilai tukar petani juga menjadi tinggi," terangnya.

Contoh pengembangan ekonomi lain, lanjutnya, dana desa juga bisa digunakan untuk pembangunan dan pengelolaan pasar desa. Selain itu, dana desa juga bisa digunakan untuk pengembangan desa wisata.

"Dana desa bisa juga untuk pengembangan teknologi tepat guna. Maksudnya jika dana desa sudah selesai dengan infrastruktur, bisa digunakan misalnya untuk pengembangan gabah. Bisa bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk teknologi tepat guna, agar produktifitas gabah di desa tersebut bisa meningkat," ujarnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya