Berita

Romahurmuziy/Net

Politik

Polisi, Segera Tangkap Romahurmuziy!

RABU, 06 MARET 2019 | 21:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pihak Kepolisian diminta untuk segera menangkap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi) atas tuduhan telah menyebarkan fitnah.

Permintaan ini disampaikan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitternya.

Fitnah oleh Romi yang dimaksud Ferdinand adalah menyebut kelompok yang menginginkan kilafah dan merubah Pancasila seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berkumpul di kubu Prabowo Subianto. Romi menyampaikan hal itu saat bertemu dengan pengurus PCNU Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (5/3) malam.


Dalam kesempatan itu Romi mengatakan tidak ada pilihan lain bagi HTI kecuali mendukung Prabowo sebab jika Jokowi yang terpilih lagi mereka tidak bisa berkembang di Indonesia. Romi juga mengatakan Islam garis keras termasuk HTI membangun narasi Prabowo merupakan pembela Islam.

"(Ucapan Romi) ini sama derajatnya dengan pernyataan emak-maka yang di Karawang," tulis Ferdinand, Rabu (6/3), pukul 20.30 WIB. Singkatan-singkatan di cuitan Ferdinand telah disesuaikan.

Menurut Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat itu, Romi harus diproses hukum sama seperti yang dilakukan kepolisian terhadap tiga emak-emak di Karawang. Mereka ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena menyebarkan hoax dan kampanye hitam terhadap Jokowi. Ketiga menyebut jika Jokowi terpilih kembali sebagai presiden maka akan ada larangan untuk azan dan larangan mengenakan jilbab bagi perempuan.

Selain mendesak kepolisian memproses Romi secara hukum, Ferdinand memastikan tidak ada kelompok yang ingin mengganti Pancasila sebagai idiologi negara bersembunyi di belakang Prabowo.

"Tidak ada yang ingin ganti Pancasila di balik Prabowo. Dia tentara tulen cinta NKRI," tulis Ferdinand.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya