Berita

Dahnil Anzar Simanjuntak/RMOL

Politik

Dahnil: Mengkritik Janji Jokowi, JK Orang Rasional

RABU, 06 MARET 2019 | 18:35 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), kembali berseberangan dengan calon presiden incumbent, Joko Widodo.

Kemarin (Selasa, 5/3), JK mengkritik janji Jokowi untuk menggaji pengangguran lewat program Kartu Pra Kerja, jika terpilih lagi menjadi presiden. JK mengingatkan, kebijakan tunjangan untuk pengangguran hanya cocok dilaksanakan di negara maju yang jumlah penduduknya sedikit.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyambut baik kritik JK. Menurut dia, JK berusaha untuk merasionalisasi janji Jokowi.


“Pak JK ini kan rasional ya, tipologi orang yang rasional. Jadi, di semua kebijakan pasti beliau punya pijakan yang kuat,” ucap Dahnil kepada Kantor Berita Politik RMOL di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jakarta Selatan, Rabu (6/3).

Menurut Dahnil, dasar pemikiran JK mengkritik rencana program itu pasti mengacu pada kondisi keuangan negara sekarang. Selain itu, kebijakan menggaji pengangguran lebih cocok untuk welfare state.

“Pak JK kan sebut begini, yang namanya memberikan bantuan pra kerja untuk pengangguran itu hanya cocok di negara maju atau tepatnya untuk welfare state seperti Skandinavia,” jelasnya.

Jumlah penduduk di negara-negara Skandinavia seperti Denmark, Swedia, Norwegia dan Finlandia, tentu tidak sebanyak di Indonesia. Selain itu, kapasitas fiskal mereka besar.

“Karena kapasitas fiskalnya besar tapi penduduknya kecil, nah itu cocok untuk mereka (Skandinavia). Mana rasionalisasinya? Itu yang mau dimaksud Pak JK,” ucap Dahnil.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya