Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

RR: Media Harus Audit Lembaga Survei Yang Meleset

RABU, 06 MARET 2019 | 15:02 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kehadiran lembaga survei di setiap gelaran pemilu selalu menuai pro dan kontra. Sebab, terkadang hasil yang dirilis lembaga survei tersebut dikeluarkan untuk menggiring opini publik memilih calon tertentu.

Terlebih lagi, kritik terhadap lembaga survei terbilang lemah.

Tokoh nasional DR Rizal Ramli menjelaskan bahwa selama ini tidak ada yang pernah membicarakan hasil jajak pendapat lembaga survei yang meleset.


“Tidak ada seorangpun yang berbicara tentang bagaimana jajak pendapat yang tidak akurat dalam pemilihan sebelumnya,” terang pria yang akrab disapa RR itu dalam akun Twitter @RamliRizal sesaat lalu, Rabu (6/3).

Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu menilai seharusnya media bertanggung jawab dengan melakukan audit terhadap lembaga survei yang hasilnya meleset. Sehingga, lembaga survei menjadi kredibel dan tidak menjadi alat untuk menggiring opini.

“Mungkin lebih mengganggu, ada bukti yang berkembang bahwa jajak pendapat juga dapat digunakan untuk membentuk opini publik,” sambil mengicau ulang artikel berjudul ‘Riding the Bandwagon Effect’ yang ditulis di psikolog, Romeo Vitteli.

Dalam artikel yang dunggah di laman Psychology Today, Vitteli menjabarkan mengenai kehadiran lembaga survei di tiap pemilu. Baca: Riding The Bandwagon Effect

Dia pun mengambil contoh survei Gallup yang meramalkan kekalahan Harry S Truman di Pilpres AS tahun 1948. Hasil survei itu meleset.  

“Yang memalukan, beberapa surat kabar mengandalkan hasil jajak pendapat untuk mencetak tajuk ‘Dewey Defeats Truman’ di surat kabar mereka untuk pagi hari setelah pemilihan, makalah ini akhirnya menjadi barang koleksi,” tegasnya.

Vitteli menilai seiring berkembangnya waktu, jajak pendapat berubah menjadi alat untuk membentuk opini publik. Tujuannya untuk menimbulkan efek ikut-ikutan di tengah masyarakat.

Diuraikannya, jika kandidat dinyatakan menang dalam jajak pendapat sebuah lembaga survei, maka besar kemungkinan hasil itu akan dijadikan acuan.

“Ini berarti bahwa jajak pendapat dapat memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada yang disadari kebanyakan orang. Calon pemilih yang melihat calon pilihan mereka akan kalah mungkin (akan) dihalangi untuk memilih karena merasa bahwa suara mereka tidak akan menjadi masalah,” tegasnya.

Menurutnya, ada yang dikenal sebagai efek ikut-ikutan. Para peneliti telah lama mengidentifikasi dampak konformitas sosial dalam membentuk cara orang berpikir dan bertindak. Efek ikut-ikutan ini juga dapat mempengaruhi bagaimana orang akan cenderung memilih pada isu-isu penting.

“Banyak pemilih sering memilih untuk tidak membuat pilihan berdasarkan informasi sebelum memilih dan hanya memilih untuk meniru perilaku pemilih lainnya,” demikian Vitteli.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya