Berita

Wiratno di tengah massa aksi Cagar Alam Jawa Barat/RMOL

Politik

Dirjen KSDAE Janji Lapor Tuntutan Massa Cagar Alam Jabar Ke Menteri Siti

RABU, 06 MARET 2019 | 14:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akhirnya menemui massa aksi Aliansi Cagar Alam Jawa Barat yang berunjuk rasa sejak pagi tadi di depan gedung Manggala Wanabakti KLHK, Jakarta.

Massa aksi ditemui Direktur Jenderal Konservasi Alam Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE), Wiratno.

Kedatangan massa aksi Aliansi Cagar Alam Jawa Barat ini meminta pencabutan surat keputusan Menteri LHK yang mengubah fungsi kawasan hutan cagar alam Kamojang dan Gunung Papandayan menjadi taman wisata alam (TWA).


Surat keputusan yang dimaksud adalah SK.25/MENLHK/SETJEN/PLA.2/1/2018 tentang  Perubahan Fungsi dalam Fungsi Pokok Kawasan Hutan dari sebagian Cagar Alam Kamojang seluas ±2.391 ha dan Cagar Alam Gunung Papandayan seluas ±1.991 ha menjadi Taman Wisata Alam (TWA), terletak di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat tertanggal 10 Januari 2018.

"Saya akan segera melaporkan kepada ibu Menteri (Siti Nurbaya) sore ini tentang rekomendasi-rekomendasi di forum tadi," ujar Wiratno di hadapan massa pendemo.

Wiratno juga menyampaikan terima kasih atas keterlibatan para aktivis lingkungan yang selama ini terus bekerja dalam menjaga kelestarian alam.

"Lingkungan hidup..." lantang Wiratno melalui pengeras suara ditengah-tengah massa aksi.

"Harga mati!!" sambut ratusan aktivis yang longmarch dari Kota Bandung sejak Minggu (3/3) lalu menuju kantor Kementerian KLHK, Jakarta.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya