Berita

Gedung DPR/Net

Politik

7 Partai Lolos Senayan Versi CPCS

RABU, 06 MARET 2019 | 12:08 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

PDI Perjuangan dan Partai Gerindra masih menjadi dua partai yang memiliki elektabilitas tertinggi di Pileg 2019 mendatang.

Berdasarkan hasil survei yang dirilis Center for Political Communication Studies (CPCS) tingkat keterpilihan PDIP mencapai 23 persen sementara Gerindra 16,1 persen.

Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta SK menjelaskan bahwa ada tujuh partai yang akan lolos ambang batas parlemen 4 persen. Selain PDIP dan Gerindra, lima partai lainnya adalah Golkar (9,8 persen), PKB (7,4 persen), Demokrat (4,9 persen), Nasdem (4,5 persen), dan PSI (4,2 persen).


Menurutnya, PSI berhasil membuat kejutan karena mengalami kenaikan elektabilitas hingga 4,2 persen.

“Elektabilitas parpol lain cenderung stabil, hanya PSI yang mengalami kenaikan signifikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (6/3)

Dia menguraikan bahwa peningkatan elektabilitas PSI itu didukung oleh sosialisasi yang efektif selama kampanye. Tercatat, PSI menjadi yang paling banyak media sosial sebagai sarana sosialisasi (34 persen), disusul Gerindra (32,1 persen).
 
“Sementara partai yang menggunakan media massa tradisional paling banyak adalah Nasdem (38,9 persen) dan Perindo (37,0 persen),” terangnya.
 
Okta menguraikan bahwa PSI kerap tampil dengan isu-isu kontroversial dan efektif menyosialisasikan itu di beragam medium sosialisasi selain media sosial.
 
"Yang tidak kalah menarik adalah kerja-kerja sosialisasi oleh relawan dan pertemuan tatap muka," pungkasnya.

Adapun partai yang tidak lolos ke Senayan dalam survei ini antara lain PKS (3,6 persen), PPP (3,3 persen), PAN (3,1 persen), Perindro (2,3 persen), dan Hanura (1,2 persen). Selanjutanya, PBB (0,8 persen), Berkarya (0,6 persen), PKPI (0,5 persen), dan Garuda (0,2 persen).

Survei ini dilakukan pada 1 hingga 10 Februari 2019, dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya